• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Sinergi Dalam Penguatan Mitigasi Banjir Di Jabodetabek

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC BPPT) adakan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Ekosistem TMC Mitigasi Banjir Jabodetabek di Jakarta (24/1), FGD ini bertujuan untuk untuk saling bertukar informasi, bertukar pikiran, berdiskusi dan saling memberikan masukan terkait dengan pelaksanaan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang sudah dilakukan sejak 3 Januari 2020 untuk mengurangi intensitas curah hujan yang berpotensi menjadi penyebab banjir di wilayah Ibukota dan sekitarnya. 

 

Kepala BPPT Hammam Riza dikesempatan tersebut mengatakan, pelaksanaan TMC di wilayah Jabodetabek ini dilakukan oleh BPPT bekerjasama dengan TNI Angkatan Udara dan BMKG sebagai tindak lanjut atas permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pasca kejadian banjir yang melanda wilayah Ibukota Jakarta dan sejumlah daerah di sekitarnya tepat pada awal pergantian tahun 2020 lalu.

 

Operasi TMC pengurangan curah hujan (rain reduction) untuk mitigasi banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya kali ini merupakan yang ke-3 kalinya dilakukan oleh BPPT, setelah sebelumnya pernah melakukan hal yang sama pada tahun 2013 dan 2014, atas permintaan Presiden Joko Widodo yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta melalui BNPB.

 

Adapun secara regulasi, peran BPPT melalui pelaksanaan TMC untuk tujuan mitigasi banjir dan tanah longsor telah tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2012 tentang Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor, jelas Hammam.

 

Melalui FGD ini Hammam berharap, dapat saling bertukar pikiran, bertukar pendapat dan berdiskusi, agar dapat terjalin sinergi yang diperlukan untuk membangun ekosistem TMC yang diinginkan.

Serta dapat menjadi kanal penyaluran yang tepat agar segala pertanyaan, kritik, maupun saran dan masukan yang dan dapat menjadi bahan masukan yang bermanfaat untuk dapat terus menguatkan inovasi serta mengembangkan aplikasi dan pemanfaatan TMC di Indonesia, pungkasnya.

 

Sementara, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memberikan paparan teknis mengenai mekanisme prakiraan cuaca, terutama dalam hal penyebar luasan informasi mengenai prakiraan cuaca yang akan terjadi.

 

Ia menyebut berhasilnya TMC itu karena prediksi BMKG yang tepat karena dengan prakiraan BMKG yang tepat maka TMC dikatakan berhasil. Selain itu, tugas dan Peran BMKG dalam operasi TMC ini dengan menempatkan personil di posko TMC, memberikan info prakiraan cuaca didaerah penyemaian, memberikan info potensi awan layak semai dan selalu mengupdate rutin dan realtime info cuaca.

 

BMKG terus mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga disertai angin kencang dan petir/kilat tersebut untuk selalu berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruang, serta persiapkan diri dengan peralatan antisipasi hujan, jelasnya. (Humas/HMP)

 

Tag:

TPSA, BBTMC, Operasi TMC, Hammam Riza, BMKG, Dwikorita Karnawati

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT