• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Upaya Reduksi Intensitas Hujan, Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Terus Digelar

BPPT, JAKARTA - Memasuki hari ketiga, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali melanjutkan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jabodetabek.

 

Persiapan operasi ini awalnya mengalami kendala karena hujan deras yang turun pada Minggu (5/1/2020) pagi, termasuk wilayah Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur yang menjadi Posko TMC.

 

Perlu diketahui, upaya penyemaian terhadap potensi awan hujan ini dilakukan agar hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek.

 

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto pun menyampaikan bahwa timnya sempat terkendala cuaca dalam mempersiapkan operasi hujan buatan pada hari ketiga ini.

 

Penyemaian garam atau Natrium Klorida (NaCl) terhadap potensi awan hujan yang ada sebenarnya bisa dilakukan lebih awal, jika hujan tidak mengguyur Jakarta pada pagi ini.

 

"Tetap kami lakukan (operasi TMC ini), tapi awan telah datang terlebih dulu ke Jakarta sehingga persiapan kita terganggu hujan," ujar Seto, Minggu pagi.

 

Dikatakan Seto pihaknya bersama tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan TNI Angkatan Udara (AU) terus melanjutkan operasi hujan buatan pada hari ketiga ini.


"Mudah-mudahan hujan pagi ini segera reda dan kita telah siapkan operasi TMC sorti 1 dan 2, untuk menghadapi datangnya awan-awan selanjutnya," kata Seto.


Perlu diketahui, sejak 3 Januari 2020, operasi hujan buatan ini dilakukan melalui Posko TMC di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.


Hal yang sama disampaikan Samba Wirahma selaku Koordinator Lapangan BBTMC untuk Operasi  Pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Mengurangi Dampak Bencana Banjir di Wilayah Jabodetabek Tahun 2020.


Dua jenis pesawat yang dipinjamkan TNI AU yakni Cassa-212 A-2105 dan CN-295 A-2901 telah standby untuk melakukan operasi penyemaian garam.


Bahkan Cassa pun sudah siap untuk take off.


"Di Halim (memang sempat) hujan. Ini Cassa sudah persiapan take off, (tapi) CN masih loading," ujar Samba.


Kedua jenis pesawat ini akan menuju ke arah Barat-Barat Laut dan Barat-Barat Daya Jabodetabek untuk melakukan penyemaian garam terhadap potensi awan hujan yang ada, agar jatuh di wilayah tersebut sebelum mencapai Jakarta dan sekitarnya.


"Rencana Cassa, area Barat-Barat Laut. CN, area Barat-Barat Daya hingga ke Selat Sunda dan sekitarnya. Realisasi menunggu mereka (dua pesawat itu) landing dulu," kata Samba.

 

Rincian Operasi TMC Hari Ketiga


Untuk Sorti 1 pada operasi ini menggunakan pesawat CN-

295 akan menyemaikan 2.400 kg garam atau Natrium Klorida (NaCl) ke area Barat-Barat Daya Jabodetabek.


Sementara untuk Sorti 1 menggunakan pesawat Cassa 212 akan menuju area Barat-Barat Laut Jabodetabek untuk menyemaikan 800 kg garam. (HUMAS BPPT)

 

Tag: TPSA; Hujan Buatan; TMC; Tri Handoko Seto; Tanggap Darurat Bencana Banjir 2020


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT