• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

BPPT Dorong Wujudkan Desa Wisata Torosiaje Dengan Dukungan Teknologi Pengolahan Limbah Domestik

 

BPPT diminta memberikan solusi teknologi untuk mengatasi limbah domestik di Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Pemerintah Daerah Kab. Pohuwato mengungkapkan selama ini warga desa yang bermukim di atas permukaan laut ini tidak memiliki septictank, sehingga pembuangan tinja (BAB) langsung dibuang ke laut. Masalah ini pun menjadi kendala bagi pemerintah daerah untuk menjadikan desa ini sebagai kawasan wisata.

 

Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT, Rudi Nugroho mengungkapkan untuk mengatasi limbah domestik, BPPT memiliki teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan proses kombinasi anaerob-aerob. Teknologi BPPT ini sudah banyak diterapkan di gedung perkantoran hingga industri.

 

“Untuk menangani masalah limbah dari jamban saja teknologi anaerob-aerob sudah sangat tepat. Namun yang menjadi tantangan bagi kami, yaitu membangunnya di pemukiman yang berada di atas laut, dimana air laut bisa mengalami pasang dan surut” ujar Rudi kepada Rombongan Pemda Pohuwato yang berkunjung ke Pusat Teknologi Lingkungan BPPT di PUSPIPTEK Serpong, Kamis (26/09).

 

Lebih lanjut Rudi juga menyarankan untuk menggunakan bak penampunan tinja dibawah rumah, dan memisahkan saluran antara limbah dari jamban dengan limbah cuci dan mandi untuk mengoptimalkan proses kerja IPAL.

 

“Pemisahan saluran ini ditujukan untuk mempermudah kerja mikroba untuk, mengurai bakteri dan kotoran yang ada di septictank. Jadi apabila mikroba ini tercampur dengan bahan kimia dari sabun cuci piring, sabun mandi, dan shampo, maka mikroba ini akan mati, akhirnya limbah domestik pun akan sulit terurai,” detilnya.

 

Rudi bahkan mengklaim dengan teknologi IPAL BPPT, hasil olahan air IPAL pun sudah sesuai dengan standar baku mutu air bersih. Air olahan ini bisa digunakan untuk kegiatan non-konsumsi, seperti siram tanaman, cuci kendaraan, atau sekedar dipakai untuk bersih-bersih lingkungan.

 

“Walau kita menguasai teknologi yang mampu mengolah air olahan IPAL hingga bisa layak minum, namun tetap saja kesan di masyarakat belum bisa menerima. Jadi cukup sampai pada standar baku mutu air bersih saja,” terang Direktur Rudi.

 

Ditambahkan Rudi, sesuai dengan tugas dan fungsi BPPT, yaitu memberikan layanan teknologi kepada stakeholder, baik itu Lembaga Pemerintah, Swasta, hingga Industri, Kita siap untuk memberikan solusi layanan teknologi untuk menanggulangi limbah domestik di Desa Torosiaje yang akan diproyeksikan sebagai desa wisata.

 

“Rencana yang paling dekat BPPT bersama Pemda Kab. Pohuwato akan membangun satu dusun percontohan yang menggunakan teknologi pengolahan limbah. Kita buktikan terlebih dahulu, nanti apabila telah berhasil maka dengan sendirinya masyarakat akan meminta untuk diterapkan teknologi sejenis di dusunnya,” papar Rudi.

 

Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga yang turut hadir bersama rombongan pun secara langsung meminta bantuan BPPT untuk mengatasi masalah limbah domestik, karena Pemda sudah mencoba berbagai cara baik itu melalui sosialisasi hingga penerapan teknologi, namun belum ada yang benar-benar memberikan solusi permanen.

 

“Saya sudah ajak mereka (Masyarakat Desa Torosiaje – red) untuk beralih tinggal di darat, namun mereka menolak untuk direlokasikan. Jadi mau tidak mau saya selaku pemerintah harus memberikan solusi bagi rakyat saya dalam penanganan masalah limbah ini,” terang Bupati Syarif.

 

Lebih lanjut, Bupati Syarif juga menetapkan target pada Tahun 2020 Pemda bisa menyelesaikan masalah jamban warga di Desa Torosiaje yang memiliki total 350 rumah dan dan kurang lebih 480 Kepala Keluarga.

 

“Kita serahkan sepenuhnya kepada BPPT, apakah akan dibentuk satu rumah satu septictank, atau dibuatkan sistem pengolahan limbah terintegrasi yang mengakomodir beberapa area. Kami siap bekerja sama dengan BPPT, bahkan kami undang perekayasa BPPT untuk datang langsung ke Desa Torosiaje, sehingga mampu mendapatakan data dan informasi yang dibutuhkan secara riil,” ungkapnya.

 

Dirinya juga tertarik dengan solusi teknologi IPAL BPPT ini, dimana air olahannya bisa dimanfaatkan untuk kegian non-konsumsi, karena saat ini Pemda sedang mengadakan program biopori di Desa Torosiaje.

 

“Saya berharap kerjasama dengan BPPT dapat segera direalisasikan. Jika berhasil ini merupakan achievement bagi BPPT dan bagi kita bersama, dan yang terpenting adalah bagi warga Desa Torosiaje untuk meningkatkan kesehatannya dan juga memajukan ekonomi desa dengan menjadi desa wisata,” pungkas Bupati Syarif. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT