Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Kapal Riset Baruna Jaya I BPPT, Terus Lakukan Survei Batimetri di Laut Sulawesi Tengah

 
Kapal Riset Baruna Jaya I BPPT, hingga kini terus  melakukan operasi Survey Bakti Teknologi untuk mengetahui kondisi terakhir dasar laut (seabed) pasca adanya Gempa dan Tsunami di wilayah Sulawesi Tengah.
 
Hal ini dilakukan menyusul fenomena bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala.
 
Hingga hari ke 17 Pelaksanaan survei bakti teknologi ini, tim BPPT juga telah melakukan beberapa kegiatan sosial maupun survei, antara lain :
 
1. Pengiriman dan Distribusi Barang maupun logistik bantuan untuk korban bencana Gempa dan Tsunami Palu- Donggala di Pelabuhan Pantoloan, Palu.
 
2. Pemetaan Batimetri laut dalam, di perairan teluk Palu-Donggala dan di sebelah utara Teluk. Survei ini untuk mengetahui topografi dasar laut pasca gempa dan tsunami di Donggala-Palu.
 
3. Akuisisi data CTD (Conductivity Temperature Depthuntuk mengetahui konduktivitas, temperatur, dan tekanan di dasar laut, sesuai dengan lokasi yang sudah ditentukan.
 
4. Untuk hari ini sedang dilakukan pengambilan data visual dasar laut melalui wahana ROV (Remotely operated vehicles (ROV) di Perairan Teluk Palu.
 
 
Tim BPPT sendiri untuk melakukan survei ini terdiri dari berbagai bidang kepakaran, yakni Geologi, Geodesi, Kelautan maupun Kebencanaan. Adapun tim ini diisi 11 pakar  yang merupakan sinergi dari berbagai instansi seperti BPPT, LIPI, Universitas Hassanuddin dan Universitas Tandulako, Palu, yang dikoordinasi oleh Dr Udrekh sebagai penanggung jawab kegiatan riset ini. Sementara jumlah total personil yang melakukan survei bakti teknologi ini sebanyak 55 orang termasuk anak buah kapal (ABK) KR Baruna Jaya I BPPT.
 
 
Survei Batimetri
 
 
Lebih lanjut dijelaskan oleh Ketua Tim Operasi KR Baruna Jaya I , Tris Handoyo, bahwa BPPT dalam rangkaian operasi Survey Bakti Teknologi ini, melakukan Survei Batimetri guna mengetahui dan mempelajari fenomena di bawah laut  pasca terjadinya gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.
 
Kapal Baruna Jaya I BPPT inipun telah dilengkapi dengan peralatan canggi seperti perangkat multibeam echosounder. Yang merupakan alat untuk menentukan profil permukaan dasar laut dan kedalaman air dengan cakupan area dasar laut yang luas.
 
Kapal inipun memiliki teknologi untuk mendeteksi gambaran morfologi laut Palu dan sekitarnya.
 
 "Multibeam echosounder (MBES) yang dimiliki kapal Baruna Jaya I mampu menjangkau kedalaman sampai dengan  11.000 meter yang mana belum ada kapal-kapal riset di Indonesia yang memiliki kemampuan pemetaan dasar laut dari kedalaman dangkal 20 meter hingga kedalaman  11 ribu meter tersebut," katanya melalui pesan instan, Palu, Kamis (18/10/2018).
 
Survei ini dirinci oleh Tris Handoyo dilaksanakan dengan menempuh rute  Jakarta -  Perairan Sulawesi Tengah, selama 23 hari.
 
“Diharapkan hasil survei ini mampu memberi gambaran seutuhnya terkait fenomena apa yang terjadi saat gempa Palu, sehingga kedepan langkah mitigasi bencana dapat dilakukan dengan lebih optimal,” pungkasnya. (Humas/HMP)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id