• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

BPPT Hadirkan Teknologi Antisipasi Gempa Bumi di Kota Besar (II)

Peristiwa gempa bumi Lombok semakin menyadarkan kita akan rentannya Indonesia terhadap bencana ini. Gempa yang terjadi sejak tanggal 29 Juli ini, terus berlanjut sampai lebih dari satu bulan lamanya. Lima gempa besar yang terjadi sampai tanggal 19 Agustus 2018, telah mengakibatkan 555 jiwa meninggal, 390.529 orang mengungsi dan lebih dari 1000 buah fasilitas umum mengalami kerusakan (Sumber BNPB dan PMI). Peristiwa ini menyisakan penderitaan yang panjang dan proses pemulihan yang lama. Besarnya kerugian baik jiwa maupun harta, patut menjadi perhatian kita bersama.

 

Menyikapi hal tersebut Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) BPPT, Hammam Riza mengatakan bahwa Teknologi harus dapat berperan signifikan dalam upaya mengurangi risiko bencana gempa bumi.

 

 

“Upaya tersebut, harus bisa digalang melalui sinergi dengan berbagai K/L, Pemerintah Daerah dan Industri, sehingga produk-produk Teknologi yang dihasilkan dapat diproduksi dengan biaya yang rendah, bersifat masai, memenuhi standar kualitas Industri, dan memiliki keberlangsungan serta ketersediaan yang bersifat permanen,” paparnya dalam acara Workshop Kesiapan Kota- Kota Besar Menghadapi Gempa Bumi di Kantor BPPT, Jakarta, Kamis (27/09/2018).

 

Workshop yang diinisiasi oleh Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana (PTRRB) TPSA BPPT ini, bertujuan untuk mengenalkan teknologi kebencanaan guna mereduksi korban jiwa dan kerusakan akibat gempa bumi. Selain itu workshop ini juga menjadi upaya menciptakan kerjasama antara K/L dan Industri untuk mulai aktif dalam mengembangkan dan menciptakan inovasi dalam teknologi kebencanaan.

 

Beberapa produk inovasi teknologi kebencanaan yang dihadirkan BPPT antara lain:

 

1. SIJAGAT, Teknologi Kajian Keandalan Gedung Bertingkat Terhadap Ancaman Gempa Bumi. Teknologi ini digunakan untuk mengukur keandalan sebuah Gedung terhadap ancaman gempa bumi, dan memberikan solusi berupa rekomendasi teknis.

 

2. SIKUAT, Teknologi Monitoring Gedung Bertingkat Terhadap Bencana Gempa Bumi. Merupakan system monitoring kesehatan Gedung yang dilakukan dengan memasang segera diketahui.

 

3. Sistim deteksi dan peringatan dini gempa dan tsunami melalui teknologi maju cabie base tsunami meter. Merupakan teknologi maju yang dapat memberikan informasi gempa bumi dengan lebih cepat dan akurat, serta mampu mendeteksi adanya tsunami.

 

4. Rumah Komposit Polimer Tahan Gempa. Merupakan solusi Teknologi Rumah Tahan Gempa - BPPT yang menekankan kepada kekuatan bangunan melalui teknologi Polimer dan kecepatan pembangunan.

 

5. Polintek - Anti seismic Poiymer Technology. Sebuah solusi teknologi yang ditawarkan mitra BPPT, PT. Darta, yang mengembangkan teknologi maju di bidang polimer, sebagai bahan tahan goncangan (Anti - Seismic).

 

6. Teknologi Non Structure Rapid Assessment. Merupakan teknologi berbasis mobile yang merupakan sistim penilaian bagi kesiapan sebuah gedung dalam memberikan keselamatan kepada orang-orang yang berada di dalamnya.

 

7. Rapid-Timer, Merupakan teknologi hasil kolaborasi BPPT dengan Panasonic Gobel Indonesia, bagi pemetaan cepat pasca gempa bumi, dengan menggunakan teknologi mobile BTS.

 

8. Berbagai teknologi yang bermanfaat pada kondisi tanggap darurat seperti Biskuit Neo (Biskuit tahan lapar) dan Arsinum (air siap minum).

 

Pembicara yang diundang dalam pelaksanaan Workshop Kesiapan Kota-kota Besar dalam menghadapi gempa bumi, merupakan para ahli yang berasal dari K/L, Pemerintah Daerah, dan Industri, dengan peserta lebih kurang 250 orang. (Humas/HMP)

 

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT