Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Lakukan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca, Serentak di Empat Wilayah

 
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) tengah siapkan operasi hujan buatan di sejumlah wilayah tanah air.
 
Dikatakan Kepala BBTMC BPPT, Tri Handoko Seto, pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca ini merupakan langkah siaga untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan di tiga wilayah yakni Posko Palembang, Pekanbaru, Pontianak. Selain ketiga wilayah tersebut, BPPT saat ini diungkap Seto juga lakukan operasi di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, Sumatera Utara, untuk menjaga ketersediaan air di Danau Toba.
 
"Indonesia memasuki musim kering. Berkaca pada pengalaman tahun 2015 dan tahun-tahun sebelumnya, dimana terjadi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang cukup serius terutama di pulau Sumatera dan Kalimantan.
 
Sebagai antisipasi bencana serupa, digunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), yang dilaksanakan serentak di beberapa Provinsi, yaitu di Provinsi Sumatera Selatan yang sudah berlangsung sejak 7 Juni 2017 dengan Posko di Palembang, Provinsi Riau yang berlangsung sejak 7 Juli 2017 dengan Posko di Pekanbaru dan di Pulau Kalimantan yang berlangsung sejak 9 September 2017 dengan Posko di Pontianak," jelas Seto secara rinci.
 
 
Modifikasi cuaca dijelaskan Seto kemudian, adalah untuk mengoptimalkan potensi awan yang masih ada untuk diturunkan menjadi hujan melalui penyemaian awan, sehingga akan terjadi hujan lebih banyak. Hujan yang jatuh dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tanah/gambut guna meredam munculnya titik panas atau hotspot. 
 
 
"Hujan yang jatuh juga bermanfaat untuk menyapu partikel asap, sehingga udara menjadi lebih bersih, dan bisa mematikan hotspot kalau hujan tersebut jatuh pada hotspot. Semakin lembab tanah atau lahan gambut, akan semakin sulit untuk terjadi kebakaran/dibakar," terangnya.
 
 
Selama pelaksanaan modifikasi cuaca ini juga ketersediaan awan terbilang baik. Hal itu ujar Seto, membuat pelaksanaan TMC lebih optimal yang menghasilkan hujan cukup banyak yang menjaga kelembapan tanah dan meredam hotspot. Hingga saat ini pun belum pernah terjadi peningkatan hotspot secara signifikan, sehingga bencana asap seperti tahun-tahun sebelumnya bisa terhindarkan. 
 
 
"Kondisi visibility bandara juga tetap terjaga dengan baik, lalu lintas penerbangan berjalan dengan lancar tanpa ada kendala visibility," katanya.
 
 
BPPT sejak beberapa tahun terakhir, telah menjadi salah satu bagian  dari Satgas Udara Karhutla di beberapa Provinsi rawan bencana asap akibat Karhutla, yang berpartisipasi aktif dalam meminimalisir bencana asap akibat Karhutla, dengan hasil yang sangat memuaskan. Salah satu indikasi keberhasilan kegiatan TMC adalah jumlah titik api di wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan dapat ditekan jauh di bawah rerata historisnya. Selain itu, konsentrasi asap akibat bencana Karhutla juga tidak sampai mengganggu masyarakat serta aktifitas penerbangan.
 
Pelaksanaan operasi TMC untuk menanggulangi karhutla saat ini, BPPT bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu, operasi TMC di masing-masing provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan tersebut didukung pula oleh pihak BMKG, BPBD dan TNI AU. BPPT juga terus mengembangkan sebuah sistem monitoring lahan gambut untuk peringatan dini. 
 
 
"SMOKIES (Sistem Monitoring Online Kandungan Air Lahan Gambut Indonesia untuk Early Warning System) nantinya akan digunakan sebagai salah satu acuan untuk mengetahui kondisi fisik wilayah rawan karhutla terknini, dengan demikian diharapkan kegiatan penanganan bencana asap akibat karhutla dapat dilakukan pada waktu yang tepat," paparnya.
 
 
Sebagai informasi, selain operasi TMC untuk Karhutla di tiga wilayah tadi, BPPT saat ini juga melakukan operasi TMC di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, Sumatera Utara, guna untuk menjaga ketersediaan air di Danau Toba, kerjasama antara BPPT, PJT1 dan PT. Inalum yang direncanakan akan berlangsung hingga 80 hari kedepan. Dalam waktu dekat, BPPT juga akan melakukan kegiatan pemanfaatan TMC untuk mendukung manajemen sumber daya air di beberapa wilayah lain. TMC untuk pengisian danau/waduk juga akan dilakukan di Waduk Kota Panjang dan Danau Singkarak, bekerjasama BPPT dengan PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (Kitsbu). Selain itu, TMC dengan tujuan serupa juga rencananya akan dilakukan di Danau Matano dan Towuti, Sulawesi Selatan, kerjasama antara BB-TMC BPPT dengan PT. VALE Indonesia. (Humas/HMP/bbtmc)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id