• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kembangkan Potensi Maritim Indonesia, BPPT – POLE MER Perancis Lakukan Kerjasama

Masa depan industri bahari Indonesia masih cerah dan menggairahkan mengingat dua pertiga wilayah Indonesia berupa laut dengan potensi dan prospek yang sangat luar biasa, untuk itu dibutuhkan banyak lagi investor baik lokal maupun international untu berinvestasi pada industri maritim di Indonesia. Melihat kondisi negara yang dua pertiganya laut prospek dan potensi untuk mengembangkan industri maritime sangat besar di Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan lebih banyak lagi investor domestik maupun international agar ikut serta memajukan industri maritim nasional.

 

 

Terkait dengan hal tersebut Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) BPPT Wimpie Agoeng Noegroho dalam pertemuan dengan Pôle Mer Perancis di BPPT mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan awal untuk memulai penelitian dan kolaborasi teknologi antara Indonesia dan Perancis khususnya di bidang kemaritiman, serta diharapkan dapat memulai komitmen untuk membangun kerjasama dalam pengembangan NSTP (National Science Techno Park) Maritim di Indonesia. (27/09)

 

 

Dikesempatan yang sama Direktur Pusat Teknologi Industri Maritim BPPT Wahyu Pandoe juga menjelaskan tentang kegiatan atau fasilitas laboratorium yang terdapat di Lab Puspiptek di Serpong. Selain itu Wahyu juga menjelaskan tentang Balai Teknologi Hidrodinamika di Surabaya dan Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai di Yogyakarta beserta kegiatan pengujian yang telah dilakukan di balai tersebut.

 

 

Pengujian yang telah dilakukan BPPT menurut Wahyu, lebih difokuskan pada  teknologi kelautan teknologi dan lainnya  seperti bidang industri perkapalan, technopark, serta transfer teknologi.

 

 

Sementara itu juga, Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT M. Ilyas memaparkan mengenai pengujian,  program, produk  serta sumber daya manusia  yg ada di Balai teknologi Survei kelautan. Balai Teksurla juga melakukan survei ke beberapa wilayah di Indonesia.  Saat ini Balai Teksurla telah memiliki 4 kapal riset yang telah digunakan untuk melakukan survei ke beberapa daerah di Indonesia seperti  Selat Sunda dan Sumatera. serta meletakkan bouy di beberapa daerah rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Pertemuan juga dihadiri Sebastian Khan dan tim dari Pôle Mer Perancis. (Humas/HMP)

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT