Tel: (021) 316 9534   Email: humas@bppt.go.id

Sulitnya Padamkan Api Karhutla, Kepala BPPT: Hujan Cara Paling Efektif

Asap yang sangat pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi beberapa bulan terakhir, menurut Kepala BPPT Unggul Priyanto, dikarenakan sebagian besar lahan yang terbakar adalah lahan gambut. Karakteristik gambut apabila terbakar, akan menghasilkan energi panas yang lebih besar dari kayu/arang terbakar. Gambut yang terbakar juga sulit dipadamkan dan apinya bisa merambat di bawah permukaan sehingga kebakaran lahan bisa meluas tidak terkendali.


Kondisi tersebut, imbuh Unggul, yang menyebabkan sulitnya upaya pemadaman api, bahkan dengan bantuan dari beberapa negara tetangga. "Dengan water bomb, api yang mati hanya dibagian atasnya saja. Tetapi bagian bawah gambut tetap menyimpan panas yang menghasilkan asap," terangnya dalam acara FGD Pemanfaatan Teknologi untuk Penanggulangan Bencana Asap Karhutla di BPPT, Selasa (20/10).

 


Dirinya menilai, satu-satunya cara yang efektif memadamkan api sekaligus menghilangkan asap, adalah dengan turunnya hujan lebat. Hanya saja dimusim kemarau, awan-awan yang berpotensi menghasilkan hujan sangatlah sedikit.


Mengapa hal tersebut terjadi? Kepala UPT Hujan Buatan, Heru F Widodo menerangkan bahwa saat musim kemarau, awan sulit berkembang. Ditambah lagi dengan adanya kebakaran yang menghasilkan asap, awan akan semakin sulit tumbuh.


"Jadi, agar turun hujan awan membutuhkan uap air dalam jumlah yang banyak. Demikian juga dengan asap, dimana partikel dalam asap juga menyerap uap air. Kondisi tersebutlah yang menyebabkan kondisi saat ini sedemikian parah," jelas Heru.


Kepala BPPT menambahkan, Operasi Hujan Buatan yang saat ini dilakukan BPPT akan lebih terasa manfaatnya apabila diintensifkan bukan saat musim kemarau terjadi, tetapi sebelum memasuki musim kemarau.


"Sebelum musim kemarau, awan yang berpotensi menghasilkan hujan masih banyak. Jadi kita bisa mengupayakan hujan turun lebih cepat untuk mengisi waduk dan membasahi lahan gambut. Demikian juga saat akan memasuki musim hujan, awan sudah mulai tumbuh akan tetapi hujan belum juga turun. Dengan Teknologi Modifikasi Cuaca, kita mempercepat turunnya hujan agar lahan pertanian yang mengering bisa segera ditanami," terang Unggul. (humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 9534

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id