Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

UPT Hujan Buatan BPPT Modifikasi Cuaca DKI Jakarta Mulai Hari Ini

Bencana banjir seakan menjadi ancaman yang harus dihadapi oleh warga DKI Jakarta dan sekitarnya kala musim hujan tiba. Tak ubahnya 2013 lalu, awal 2014 ini hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi lama hampir merata di seluruh wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (12/01/2014) dan Minggu (12/01/2014) telah menimbulkan sejumlah lokasi terdapat genangan air (banjir) di wilayah ibu kota.

Berdasarkan data Pusat Kendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta (Senin, 13/01) puluhan ribu jiwa penduduk DKI terpaksa mengungsi akibat banjir yang menggenangi lokasi tempat tinggalnya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan curah hujan tinggi akan terus mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya hingga Februari mendatang.

Sebagai langkah antisipasi untuk mencegah banjir akibat curah hujan yang tinggi  di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mulai hari ini (14/01) akan melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)  di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"TMC umumnya diaplikasikan untuk menambah curah hujan dalam skema pengelolaan sumberdaya air di suatu wilayah dalam konteks mitigasi bencana kekeringan", ungkap Kepala UPTHB BPPT Heru Widodo," kala memberikan penjelasan  operasi perdana redistribusi curah hujan untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dihadapan media,  (14/01).

Lebih lanjut Heru menjelaskan bahwa TMC juga bisa digunakan untuk mengurangi curah hujan yang berlebih yang mengakibatkan banjir. Untuk kasus Jakarta, banjir terjadi ketika terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang melingkupi Jakarta.

Kepala BNPB Syamsul Maarif yang juga hadir mengapresiasi apa yang dilakukan BPPT. "Dengan menggunakan TMC yang dimiliki BPPT, yakni teknologi untuk pengurangan resiko banjir, ini merupakan teknologi karya anak bangsa".

PAda waktu yang sama Deputi Kepala Bidang TPSA Ridwan Djamaludin mengukapkan rasa optimisnya. “Kami menargetkan hasil yang akan dicapai pada tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya,   lebih baik". Secara teknis kegiatan TMC sudah siap untuk kami lakukan, dua bulan kedepan kegaiatan ini akan berlangsung dan kita akan bekerja secara maksimal, tambahnya".

Metode TMC

Prinsip TMC pada dasarnya untuk mengurangi curah hujan yang berlebih adalah dengan menggunakan dua metode, yakni jumping process dan metode kompetisi. Jumping process  dilaksanakan dengan mempercepat proses awan menjadi hujan terhadap awan-awan yang sedang tumbuh di daerah 'upwind' yang bergerak memasuki Jabodetabek. Dengan demikian, awan-awan tersebut akan turun menjadi hujan sebelum masuk Jabodetabek.

Bahkan awan-awan yang tumbuh di Jakarta juga bisa dipercepat proses hujannya agar tidak sempat menjadi awan yang sangat besar dan menjadi hujan yang banyak. Metode ini dieksekusi menggunakan pesawat terbang untuk menghantarkan bahan semai powder (garam). Pesawat Hercules dan Casa 212-200 digunakan dalam menjalankan metode ini.  Metode ini juga untuk mengurangi masa udara yang masuk ke Jabodetabek agar hujan yang terjadi di Jabodetabek tidak terlalu besar dan hanya hujan yang bersifat sporadis dan lokal.

Selain itu yaitu dengan metode kompetisi, yaitu metode yang merupakan mengganggu proses pertumbuhan awan di dalam Jabodetabek yang bergerak meninggalkan DAS agar awan tidak menjadi hujan di dalam Jabodetabek. Metode ini dieksekusi menggunakan peralatan darat (GBG: ground-based generator)  di lebih dari 20 lokasi yang membangkitkan partikel-partikel sangat halus untuk menciptakan efek persaingan (competition mechanism) pada awan sehingga awan sulit berkembang. 

Rencananya, operasi TMC akan disiagakan selama dua bulan kedepan, mulai hari ini hingga 14 Maret 2014, dengan didukung oleh 1 unit Pesawat Hercules yang diterbangkan dari Posko Komando (Posko) utama di Lanud Halim Perdanakusuma dan 2 unit Pesawat Cassa yang diterbangkan dari Posko pendukung di bandara Pondok Cabe. Operasi TMC ini terselenggara atas kerjasama antara BNPB dan BPPT dengan didukung oleh BMKG, TNI-AU dan Pemprov DKI Jakarta. TMC sebelumnya juga telah diaplikasikan untuk mitigasi bencana banjir di wilayah Jakarta pada awal  2013 lalu. Dari hasil kegiatan tahun lalu, teknologi ini terbukti mampu mengurangi curah hujan di Jakarta sebesar 20-50% terhadap nilai prediksi curah hujan alaminya.(bdh/JYS/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id