Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Bioremediasi, Solusi Teknologi Untuk Atasi Cemaran Minyak Bumi

Kita ketahui bersama  bahwa polusi adalah masalah serius yang dapat memengaruhi kesehatan manusia. Sebagai salah satu solusi teknologi, bioremediasi merupakan pendekatan penting untuk pembersihan lingkungan. Bioremediasi sendiri merupakan porses pembersihan lingkungan yang telah terkontaminasi oleh polutan kimia dengan menggunakan organisme hidup untuk mendegradasi materi yang berbahaya  untuk mengurangi kadar toksiknya.

 

Terkait pentingnya bioremediasi ini, Balai Teknologi Lingkungan (BTL-BPPT) telah menyelenggarakan Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Bioremediasi untuk Pemulihan Lingkungan Tercemar Minyak Bumi di Jakarta pada 30 Oktober lalu. Pada pembukaannya, Deputi Kepala BPPT Bidang TPSA, Ridwan Djamaluddin menegaskan  pentingnya upaya pemanfaatan sumberdaya alam dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutannya.

 “Konsep-konsep seperti Green Economy dan Sustainable Consumption and Production jangan hanya menjadi slogan, tapi harus diwujudkan. Saat ini bioremediasi tengah menjadi salah satu topik hangat, oleh karenanya,  aspek hukum, teknis, ekonomi, dan bisnis harus bisa berjalan bersama-sama dan tidak saling melemahkan,” ungkap Ridwan.

Adapun agenda  utama seminar ini dalam rangka membahas penggunaan teknologi bioremediasi sebagai sebuah solusi permasalahan lingkungan. Ketua Penyelenggara acara, yang juga Kepala BTL BPPT, Arie Herlambang menuturkan bahwa yang menjadi agenda seminar ini adalah kebijakan pemerintah terkait pengelolaan lahan tercemar minyak, alternatif teknologi pemulihan kualitas lingkungan tercemar minyak, dan upaya para praktisi dan industri perminyakan dalam upaya menjalankan kebijakan pemerintah

Sebagai bukti nyata pengalaman BPPT dalam pengembangan dan penerapan teknologi bioremediasi disampaikan M. Abdul Kholiq, perekayasa dari BTL-BPPT, mulai dari pengembangan mikroba unggul pendegradasi, percobaan teknik-teknik bioremediasi (Biopile, Landfarming, Flushing dan Biotreatment), mulai dari skala lab, skala pilot dan skala lapangan yang bekerja sama dengan industri. “Kalau kita bandingkan dengan teknologi yang dikembangkan di luar negeri, maka teknologi bioremediasi dalam negeri tidak kalah maju,” ungkap Abdul Kholiq.

 

Pelaku teknologi bioremediasi lainnya, Budhi Priyanto dari BTL-BPPT memaparkan pengembangan dan penerapan teknologi fitoremediasi yang memanfaatkan tanaman untuk pengolahan tanah yang tercemar minyak bumi. Budhi menyampaikan bahwa peran tumbuhan dalam hal ini adalah guna menyediakan kondisi optimal kepada mikroba pendegradasi minyak, untuk tumbuh dan bekerja mengurai pencemar. “Fitoremediasi tidak sekedar tahap polishing saja, tapi mampu bekerja sebagai salah satu teknik bioremedasi sampai kandungan minyak 4%. Keunggulan lain dari fitoremediasi adalah immobilisasi pencemar dan penyerapan logam berat,” jelasnya.

Sementara itu narasumber lainnya dari Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi, Ditjen Migas, Kementerian ESDM, Kusnandar menyampaikan tema implementasi Kepmen LH No 128 tahun 2003 di industri migas. Hal yang disampaikannya antara lain mengenai target produksi migas, peraturan dan kebijakan terkait pengelolaan lingkungan, sejarah bioremediasi di Indonesia, serta kendala yang ditemui di lapangan.

Tema lain yang diangkat dalam seminar ini adalah mengenai status (State of the Art) dan Prospek Teknologi Bioremediasi Cemaran Minyak Bumi disampaikan oleh Mohammad Yani dari Institut Pertanian Bogor.  Yani menyampaikan berbagai teknik bioremediasi yang dikembangkan, keunggulan dan kelemahan bioremediasi, kunci keberhasilan bioremediasi terkait mikroba dan kondisi lingkungan, dan contoh pengembangan teknik-teknik bioremediasi.

Informasi lain yang disampaikan dalam seminar ini adalah pengalaman dalam penerapan teknologi bioremediasi tanah tercemar minyak bumi, yang  dipaparkan oleh tiga wakil industri, yaitu dari PT Chevron Pacific Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, dan PT PPLi. Adapun insustri ini mewakili industri pertambangan minyak, industri pertambangan batubara, dan industri pengolahan limbah. (mak/fa/tpsa/SYRA/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id