• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kurangi Dominasi Produk Impor, BPPT Luncurkan Implan Tulang Titanium Merah Putih

Pusat Teknologi Material (PTM) - BPPT sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Teknologi Material Medis melalui program Inovasi Teknologi Biocompatible Material untuk Alat Kesehatan telah berhasil melakukan pengembangan Implan Tulang Traumatik Stainless Steel 316L bersama industri mitra PT. Zenith Allmart Precisindo hingga proses komersialisasi. Saat ini, produk implan tulang traumatik Stainless Steel 316L tersebut telah ditayangkan dalam E- Katalog - LKPP dan juga telah dipakai di beberapa rumah sakit.

 

Saat ini produk implan traumatik yang beredar di dalam negeri masih didominasi oleh produk impor yang proporsinya mencapai 94% dengan harga yang tidak murah. Kondisi ini menjadi penyumbang defisit BPJS yang semakin meningkat setiap tahun. Masalah tingginya biaya pembelian implan dan pajak import mendorong untuk pengembangan implan secara lokal, ungkap Kepala BPPT Hammam Riza saat peluncuran Implan  Tulang Titanium Merah Putih secara daring (27/10).

 

BPPT lanjut Hammam akan terus melakukan kerekayasaan implan tulang dan gigi dengan dukungan Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Kesehatan dalam program prioritas riset nasional.

 

Saat ini BPPT ditunjuk sebagai Koordinator Program Prioritas Nasional (PRN) Implan Tulang dan Koordinator PRN Implan Gigi bersama mitra seperti perguruan tinggi, Kementerian dan Lembaga, industri dan asosiasi dalam menentukan teknologi kunci dan menyepakati target-target hilirisasi produk sesuai dengan roadmap disepakati, ujarnya.

 

Adapun kerekayasaan implan tulang memerlukan tahapan riset, pengembangan teknologi serta penguatan teknologi produksi sehingga industri sebagai produsen mencapai tahapan cara pembuatan alat Kesehatan yang baik serta mendapatkan izin edar sesuai peraturan Kementerian Kesehatan menuju inovasi dan komersialisasi.

 

Semoga produk implan tulang Titanium merah putih ini dapat meningkatkan daya saing dan kemandirian industri alat kesehatan nasional, pungkasnya.

 

Sementara Deputi Bidang Teknologi Informasi Eenergi dan Material (TIEM) BPPT Eniya Listiani Dewi mengutarakan, implan tulang dan implan gigi adalah produk yang unik, pasarnya sangat tergantung pada jumlah pengguna yang dalam hal ini spesialis dokter ortopedi dan spesialis dokter bedah mulut.

 

Karenanya diperlukan ekosistem inovasi tertentu yang mampu melibatkan para dokter spesialis dengan para perekayasa dan peneliti, industri sebagai produsen, serta para organisasi profesi terkait, dalam pengembangan alat kesehatan.

 

Bersama melakukan tahapan reverse engineering dan kemudain manghasilkan kebaharuan desain dan produk sesuai dengan antropometri orang Indonesia. Hal tersebut sesuai arahan Menristek yakni dengan mensubstitusi impor untuk alat kesehatan guna mencegah devisa negara lari keluar, ujar Deputi Eniya.

 

Berdasarkan outlook inovasi teknologi material yang dihasilkan pada KTN 2018, maka kedepan pengembangan alat kesehatan implan tulang seperti pembuatan biodegradable screw, pin dan plate membutuhkan material biodegradable yang berbasis logam seperti Mg, Fe dan Zn melalui proses pemaduan dan kompositnya.

 

Pembuatan produk tersebut tentunya perlu didukung oleh metalurgi serbuk, pengecoran, pembentukan logam, modifikasi permukaan, pemesinan mutakhir atau additive manufacturing, jelasnya.

 

Sebagai informasi hadir juga pada peluncuran secara daring tersebut CEO PT Zenith Allmart Precisindo Allan Changrawinata, Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti, Direktur Penilaian Alat Kesehatan dan PKRT Kementerian Kesehatan, Plt Sekretaris Menteri Riset Teknologi/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito. (Humas BPPT)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT