Tel: (021) 316 9534   Email: humas@bppt.go.id

PLTP Merah Putih Lahendong, Sinergi Anak Bangsa, Rintisan Energi Bersih untuk Indonesia (II)

 

Tomohon (21/1), – Kerja, kerja dan kerja pemerintah kini berlanjut di bidang energi bersih atau energi baru terbarukan. Kali ini diwujudkan dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi skala 500 KW yang beroperasi di Lahendong, Sulawesi Utara.

Pada acara Peresmian dan Serah Terima PLTP 500 Binary Cycle kapasitas 500 kW di Lahendong, Sulawesi Utara, Senin, (20/01/2019), disebut Deputi Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM) BPPT, Eniya L. Dewi bahwa sistem PLTP 500 kW Lahendong menggunakan teknologi sistem binary cycle.

 

“PLTP ini memanfaatkan uap panas bumi basah yang tidak bisa digunakan PLTP konvensional. Selain itu, PLTP ini bisa juga digunakan untuk memanfaatkan air panas sisa PLTP konvensional sehingga menambah efisiensi total dan menambah kapasitas pembangkitan. PLTP ini dapat digunakan sebagai model pemanfaatan sumur panas bumi dengan uap basah yang menjadi karakteristik kebanyakan sumber panas bumi di indonesia terutama Sumatera dan Sulawesi,” papar Eniya.

Di awal masa operasi PLTP ini imbuhnya, ditemui beberapa kendala pada PLTP skala kecil ini, dimana sistem turbin Organic Rankin Cycle (ORC) menggunakan generator Direct Current (DC) dan diubah menjadi Alternating Current (AC) menggunakan Inverter.

“Inverter bekerja sangat bergantung pada pengaturan beban dan frekuensi (Hz) yang dikeluarkan oleh Pusat Pengaturan Beban (P2B) – PT.Pembangkit Listrik Negara (PLN). Distribusi PLN yang masih sering terkendala menyebabkan PLTP menjadi ikut mati saat PLN tidak ada beban. Namun atas kerjasama yang baik antara BPPT, PLN dan PGE masalah tersebut telah teratasi dengan meningkatkan kehandalan system transmisi PLN sehingga PLTP 500 kW dapat beroperasi lebih stabil,” terangnya.

Dituturkan Deputi TIEM lebih lanjut, selama tahun 2018, BPPT bersama GFZ dan PGE telah berhasil melaksanakan pengoperasian kontinyu PLTP 500 kW selama lebih dari 10 bulan. Unit teknis yang terlibat langsung dari pihak BPPT adalah Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) yang telah memiliki pengalaman dalam berbagai program kaji terap teknologi energi baru terbarukan (EBT), yang sejak awal berkontribusi dalam engineering design.

“Hal ini menandakan kesiapan awal BPPT bersama operator dan industri dalam negeri untuk membangun PLTP di seluruh penjuru nusantara yang memiliki sumber energi panas bumi,” tegasnya.

Selain itu dikatakan Deputi TIEM bahwa pihaknya juga akan bekerja sama dengan local expertise seperti universitas dan Politeknik. Universitas Sam Ratulangi dan Politeknik Manado disebut Eniya, bersedia untuk berpartisipasi. Oleh karena itu BPPT urainya, akan memfasilitasi pengembangan dan operasi serta peningkatan kapasitas bagi para peneliti dan mahasiswa yang mempelajari teknologi panas bumi, sehingga dapat berkontribusi untuk mewujudkan Pusat Unggulan Panas Bumi di Sulawesi Utara.

“Kami berharap bahwa serah terima PLTP Binary Cycle dapat menjadi langkah awal bagi upaya besar memanfaatkan energi panas bumi. Bersama dengan mitra akademik dan industri, untuk dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia kita bersama-sama,” pungkasnya. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 9534

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id