Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Mobil Listrik Nasional, BPPT Fokus Kaji Terap Teknologi Pengisian Baterai

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) berharap Indonesia mampu memiliki mobil listrik karya anak bangsa. Diyakini Presiden Jokowi, mobil listrik sesuai dengan tren global dan terkait dengan perubahan iklim dan isu ramah lingkungan. Diungkapkan Presiden kala Festival Lebaran Betawi di Setu Babakan, Jakarta, akhir Juli lalu bahwa hal ini menjadi salah satu kompetensi BPPT.

“Ini adalah ruangnya (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi),  jangan sampai yang lain sudah masuk, kita masih bingung mau ke mana," terang Presiden saat itu.

Terkait arahan Presiden, Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material BPPT, Hammam Riza mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengkaji terap sistem pengisian baterai yang ideal untuk mobil listrik.

 

Terkait arahan Presiden, Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material BPPT, Hammam Riza mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengkaji terap sistem pengisian baterai yang ideal untuk mobil listrik.

 

 

“Kami tengah fokus pada teknologi yang handal, terkait pengisian ulang baterai atau charging station mobil listrik.  SPLU itu maksudnya seperti SPBU. Dan idealnya mobil listrik harus bisa di- charge selama satu sampai dua jam, lalu bisa digunakan menempuh perjalanan selama enam sampai tujuh jam,” paparnya di Kantor BPPT, Jakarta (23/11/2017).

 

 

Mobil listrik yang ada saat ini dituturkan Hammam masih membutuhkan waktu untuk mengisi baterai selama lima jam. Itupun tambahnya hanya bisa digunakan untuk 5 jam pemakaian atau sekitar 300km, sebelum di re-charge.

 

 

"Kendaraan listrik atau electronic vehicle (EV) yang ada saat ini, umumnya dapat menempuh perjalanan sejauh 200km. Menurut data, rerata perjalanan mobil listrik di Eropa sekitar 100km/hari," ujarnya.

 

 

Untuk itu Hammam mengakui pihaknya terus berupaya untuk berkontribusi pada pengembangan teknologi stasiun pengisian listrik umum (SPLU), dan pengisian ulang secara cepat atau fast charging station  (rapid charging points).

 

 

Lebih lanjut terkait stasiun pengisian listrik umum itupun, disebutkan Hammam bahwa BPPT juga berupaya agar SPLU dapat memanfaatkan sumber energi baru terbarukan (EBT).

 

 

“Teknologi SPLU ini, kami inginkan juga dapat bersumber dari EBT, seperti tenaga angin, surya dan tenaga air. Ini akan lebih ramah lingkungan lagi,” jelasnya.

 

 

Bicara target mobil listrik nasional, Hammam menuturkan bahwa peta jalan (road map) pengembangan mobil listrik nasional menunjukkan, Tahun 2025 Indonesia akan siap untuk produksi mobil listrik.

 

 

“Saat ini kita harus akselerasi terhadap kaji terap pembuatan mobil listrik nasional ini. Kita sudah tidak bicara prototype lagi. Jadi semua faktor harus diperhitungkan. Yang terpenting adalah komponen mobil listrik nanti, dapat di produksi oleh industri dalam negeri,” pungkasnya. (Humas/HMP)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id