Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Forum Inovasi, dari BPPT untuk Peningkatan Daya Saing Nasional  

 

 

BPPT menggelar Forum Inovasi Integrasi Teknologi Informasi Energi, dan Material untuk Peningkatkan Daya Saing Industri Nasional. Dikatakan Kepala BPPT, Unggul Priyanto, Forum Inovasi ini bertujuan untuk memberikan pandangan, inovasi, dan solusi teknologi pada bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.

 

“Forum inovasi ini merupakan wujud eksistensi BPPT yang telah menghasilkan produk-produk inovasi dan layanan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan bangga kami sampaikan atas apa yang telah dihasilkan dan membagi pengetahuan kepada masyarakat Indonesia yang pada akhirnya akan mendorong tumbuhnya budaya inovasi-inovasi baru,” jelas Kepala BPPT dalam sambutannya di Kantor BPPT, Selasa (21/11/17).

 

 

Dalam Agenda Nawacita, Unggul menyebut bahwa bidang teknologi informasi energi dan material ada dalam posisi yang sangat penting. Bidang TIK misalnya sangat diperlukan dalam rangka mewujudkan Nawacita yang kedua, yaitu membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya, sedangkan Bidang Energi dan Material dibutuhkan untuk mewujudkan Nawacita yang ke enam, meningkatkan produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional serta Nawacita yang ke tujuh, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik.

 

“Dalam program-program prioritas nasional, bidang TIEM setidaknya mendukung lima Prioritas Nasional, yaitu ketahanan Energi, Ketahanan Pangan, Infrastruktur, konektivitas dan Kemaritiman, Dunia usaha dan Pariwisata, serta Polhukam,” paparnya.

 

Untuk bidang teknologi informasi dan komunikasi, BPPT tambahnya, mendorong inovasi dan layanan teknologi mengenai e-voting, sistem elektronika navigasi, teknologi e-verifikasi untuk mendukung pelayanan publik, teknologi konvergensi elektromedika dan  sistem keuangan daerah berbasis komputasi awan, untuk bisa menjadi impact lembaga sampai dengan tahun 2019.

Di bidang Energi dan Industri Kimia, lanjutnya, teknologi PLTP skala kecil, teknologi Bahan Bakar Nabati, Pupuk SRF (Slow Release Fertilizer), Audit dan Konservasi Energi, serta Smart Grid dan Baron Techno Park dijadikan target capaian untuk dikontribusikan menjadi impact lembaga sampai dengan tahun 2019.

 

“Untuk bidang Material, teknologi Material Biocompatible, teknologi Rubber Air Bag, Teknologi Rumah Komposit, serta Teknologi Material Karet untuk Re-tread Ban Pesawat didorong untuk menjadi impact lembaga sampai dengan tahun 2019,” jelasnya.

 

Inovasi TIEM untuk Indonesia

 

Pada tempat yang sama Deputi TIEM BPPT, Hammam Riza menuturkan bahwa Forum inovasi ini lanjutnya, juga disampaikan paparan mengenai inovasi teknologi yang dihasilkan oleh TIEM BPPT, dan paparan mengenai inovasi-inovasi teknologi mitra industri.

 

 

“Kita (BPPT,red) juga meluncurkan aplikasi Government Cloud Simral (e-Budgeting); dan Outlook Energi Indonesia 2017 - “Inisiatif Pengembangan Teknologi Energi Bersih”; serta Tracking Order – “Demo Layanan Tracking Order”, jelas Hammam

 

Terkait sistem Government Cloud Simral, Hammam kemudian menjelaskan bahwa sistem ini merupakan aplikasi sistem teknologi informasi berbasis cloud yang mengintegrasikan data perencanaan, penganggaran, pengelolaan keuangan dan kinerja serta pelaporan pertanggungjawaban hasil pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan.

 

“Untuk peluncuran Government Cloud Simral ini akan langsung diluncurkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia. Karena aplikasi ini akan berkolaborasi untuk diterapkan di tiap desa di Indonesia,” paparnya.

 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo usai peluncuran sistem tersebut menyebut bahwa aplikasi ini akan digunakannya untuk meneruskan arahan Presiden RI dalam Ratas tentang dana desa.

 

“Sistem Simral ini akan sangat berguna dalam hal Manajemen tata kelola di setiap desa. Apalagi sistem ini berbasis teknologi,” kata Menteri PDTT itu.

 

Menteri Eko juga mengaku bahwa teknologi jelas diperlukan di banyak desa. Hanya ada beberapa kendala seperti kurangnya listrik, dan koneksi internet.

 

“Semoga teknologi BPPT ini dapat menjadi solusi dalam peningkatan pembangunan desa, Siskudes akan saya gabungkan dengan Simral. Kemudian kita akan gunakan satelit agar seluruh desa bisa online,” tutup Menteri. (Humas/HMP)

 

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id