Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Peringati Hari Pahlawan, BPPT Terus Kaji Terap Inovasi Pembangkit Listrik Panas Bumi untuk Wilayah Terpencil

 

Tomohon, bppt.go.id - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah mengkaji terap teknologi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) skala kecil untuk kawasan terpencil di Indonesia. 

Menurut Kepala BPPT, Unggul Priyanto, sebenarnya potensi panas bumi di banyak daerah seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat setempat.

 

"Khususnya untuk wilayah perbatasan dan remote atau terpencil di Indonesia. Jadi masyarakat di wilayah terpencil juga mendapat pelayanan dalam hal kelistrikan, yang terpenting agar dapat memenuhi kebutuhan listrik dasar," ungkapnya kala melakukan kunjungan kerja ke area Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lahendong, atau Lahendong Binary Plant, Tomohon, Sulawesi Utara, Jumat, (10/10/2017).

Energi panas bumi, kata Unggul, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan di wilayah kepulauan dan perbatasan Indonesia. Menurutnya tenaga panas bumi atau geothermal, menjadi opsi untuk menggantikan energi diesel yang masih digunakan pada kawasan kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara  Barat, serta di Maluku yang selama inipun masih kurang memadai.

"Selama ini, pembangkit listrik tenaga panas bumi skala kecil tidak pernah dibangun karena dinilai tidak ekonomis, padahal bermanfaat bagi masyarakat kepulauan dan perbatasan, apalagi jika semua komponen diproduksi oleh perusahaan nasional," ungkapnya.

Hal inipun menurut Unggul juga mendukung arahan Presiden Joko Widodo yang menegaskan pentingnya Tingkat Kandungan Dalam Negeri atau TKDN, dalam rangka kemandirian nasional.

“Dengan demikian mampu mengurangi komponen impor,” rincinya.

Optimalisasi Panas Bumi Kurangi Bahan Bakar Minyak

Menurut Unggul, program pemanfaatan energi baru terbarukan seperti panas bumi yang tergolong clean energy atau energi bersih sangatlah tepat, apalagi mengingat cadangan energi fosil yang semakin berkurang.

“Energi fosil atau bahan bakar minyak, selain tidak bersih juga pasti akan habis kalau pemanfaatannya terus bertambah, apalagi kalau berlebihan. BPPT di kawasan panas bumi Lahendong ini menggunakan sistem binary cycle. Lebih efisien dan optimal dalam menghasilkan listrik,” paparnya.

Ditekankan lagi olehnya bahwa sistem binary cycle ini cocok untuk diterapkan di wilayah perbatasan atau remote area (terpencil,red)

“Saat ini PLT Panas Bumi Lahendong mampu menghasilkan energi listrik sebesar 500 KW,” ujarnya.

Listrik sebesar 500 KW tersebut menurut Unggul juga setara untuk mengaliri kebutuhan dasar listrik untuk 500 rumah.

Sebagai informasi BPPT dalam kerjasama operasi PLTP Lahendong ini juga memiliki tujuan penting dalam rangka meningkatkan penguasaan teknologi oleh industri dalam negeri.

BPPT lanjut Unggul siap mendorong industri dalam negeri, agar mampu meningkatkan daya saing melalui penerapan inovasi dan teknologi terkini.

“Hal inipun senada dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November ini. Perjuangan Pahlawan harus kita lanjutkan dengan terus mewujudkan kemandirian Indonesia, serta peningkatan daya saing bangsa kita,” pungkas Unggul.  (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id