• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

e-Voting Indonesia Sempurna, Tak Perlu Lagi Studi Banding

 

Teknik menggunakan e-Voting dalam sistem pemilihan memang bukan lagi sesuatu yang baru. Beberapa negara bahkan sudah lama menerapkannya. Namun ternyata, beberapa dari sistem tersebut tidaklah sesempurna yang kita bayangkan.

 

Kepala Program e-Services BPPT, Andrari Grahitandaru mengatakan ada beberapa hal yang dianggap sebagai kekurangan. Misalnya di India yang ternyata meniadakan struk kertas tanda bukti pemilihan. 

 

 

"Struk kertas itu fungsinya ganda. Pertama sebagai verifikasi pilihan pemilih, dan yang kedua adalah sebagai bukti fisik yang dapat menjadi alat audit bila ada sengketa. Sedangkan kami di BPPT telah menyiapkan struk yang keluar setelah pemilih selesai, " jelasnya. 

 

Sementara di Filipina, menurut Andrari, dengan tidak adanya ruang bagi pemilih untuk tidak memilih salah satu calon atau calon yang diinginkannya tidak terdaftar sehingga Ia memutuskan untuk tidak memilih, maka hal tersebut menjadi kekurangan tersendiri. 

 

"Sistem yang kami telah kembangkan, menutupi berbagai kekurangan tersebut sebagai sarana dalam pemenuhan prinsip pemilu, yakni LUBER JURDIL, termasuk dalam hal ini menyediakan ruang bagi pemilih apabila Ia memutuskan untuk tidak memilih," ujarnya. 

 

Andrari menilai, sistem e-voting buatan BPPT lebih sempurna dibanding sistem serupa di beberapa negara. E-voting Indonesia sesuai standar internasional dan bisa menjadi rujukan bagi negara lain. Untuk itu, menurutnya, pemerintah Indonesia tidak usah melakukan studi banding ke negara-negara lain. (Humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT