• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Mendagri Tjahjo: Kita Siap Terapkan e-Voting Pemilu Tahun 2019

 

Teknologi Pemilu Elektronik (e-Voting) berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) layak dijadikan metode yang tepat untuk pelaksanaan Pemilu yang  transparan, jujur, akuntabel serta dapat diaudit di tiap tahapannya.

 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pun mengisyaratkan bahwa pemerintah siap menerapkan e-Voting pada tahun 2019, baik dalam Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilkada serentak.

 

"Di Pilkada 2015 ini kami akan mengevaluasi terlebih dahulu. Lalu, di tahun 2017 kami akan mencoba menggunakan Pilkada e-Voting di beberapa wilayah untuk mendapat sample. Apabila e-Voting berhasil, kami berharap DPR mendukung dan di tahun 2019 KPU siap menggunakan e-Voting untuk Pilpres, Pileg dan Pilkada," kata Tjahjo di acara Dialog Nasional Inovasi TIK 2015 dengan mengangkat tema Meraih e-Nawacita dengan Pelayanan Publik Elektronik yang Inovatif dan Bermutu untuk Pemerintah dan Demokrasi, di Auditorium BPPT, Jakarta, (8/9).

 

Tjahjo juga menyampaikan DPR sudah menyampaikan gagasan e-Voting BPPT dan membandingkan dengan e-Voting di India. Dengan jumlah penduduknya yang besar, India mampu menerapkan e-Voting yang efektif dan transparan.

 

"Saya minta BPPT untuk meningkatkan kemampuan teknologi e-Votingnya. Dari pada mengambil model e-Voting India, maka lebih baik bangsa ini menggunakan teknologi karya anak bangsa sendiri. Yang terpenting adalah membuat sistem yang lebih efektif, cepat dan akurat," harap Tjahjo.

 

Senada dengan Tjahjo, Kepala BPPT Unggul Priyanto memastikan kesiapan BPPT dalam menerapkan teknologi e-Voting yang lebih cepat, akurat dan berbiaya murah. "Saat ini, BPPT juga sudah mempersiapkan KTP elektronik (KTP-el) sebagai alat pendukung penggunaan e-Voting," jelasnya.

 

Sampai akhir tahun 2015 ini BPPT telah mengawal pelaksanaan  e-Voting di lebih dari 250 Kepala desa di 7 Kabupaten. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menerapkan TIK dalam perjalanan demokrasi di Indonesia. 

 

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah merasakan betul manfaat dari penggunaan e-Voting Pilkades di wilayahnya. Beberapa keuntungan memakai e-Voting adalah  biaya yang lebih murah, tingkat kecurigaan masyarakat menjadi rendah karena hasilnya bisa langsung diketahui dan sangat transparan, serta pemilihan datang ke bilik tidak perlu lagi repot-repot membuka kertas dan mencari gambar yang mau dipilih, mereka hanya tinggal memencet gambar dilayar monitor.

 

"e-Voting ini merupakan suatu yang luar biasa dan saya mengusulkan untuk Pilkada Bantaeng 2018 sudah menggunakan sistem e-Voting. Walaupun Bapak Mendagri mengusulkan baru menggunakan e-Voting 2019, tapi Bantaeng sudah  siap menggunakan e-Voting di tahun 2018," tegas Nurdin.

 

Sementara, Kabupaten Empat Lawang juga menyatakan kekagumannya dari penghitungan suara yang cepat dari penggunaan e-Voting. "Bayangkan! Dari pelaksaan 101 Pilkades yang dilaksanakan secara serentak mulai pagi hari. Kita sudah dapat mengetahui pemenangnya pada pukul 13.05 siang," kata Ketua DPRD Empat Lawang David Hadrianto A.

 

Menurut David, tidak ada alasan lagi pemerintah Indonesia tak memakai e-Voting di Pilkades, Pileg, Pilkada dan Pilpres. "Sebab, e-Voting dapat memutus  kecurangan pemilih ganda, siluman dan pemilih yang dirubah setelah pemungutan suara," tegasnya. (Humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT