• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kembangkan Teknologi Material , BPPT Bantu Selamatkan Devisa Negara

BPPT berhasil mengembangkan teknologi material logam paduan stainless steel berbahan baku lokal dengan teknologi produksi implan yang handal. Bahan biokeramik HA (Hydroxiaatite) yang di kembangkan Pusat Teknologi Material (PTM) BPPT ini telah lolos uji klinis pada hewan, yaitu uji biokompotabiltas (biocompatibility) dan toksisitas (toxicity) dan telah di patenkan dengan registrasi Patent ID P00035153.

 

Eniya Listiani Dewi, Direktur PTM, dalam acara Media Gathering  TIEM 2015 yang berlangsung di Puspiptek Serpong (27/1), mengatakan bahwa teknologi tersebut diharapkan dapat menghemat 20% dari total belanja negara yang di alokasikan untuk impor produk implan. 

 

Berdasarkan data Persatuan Bedah Orthopedi Indonesia, nilai potensi pasar produk implan nasional hamper mencapai 10 Triliun Rupiah per tahun. Sedangkan kontribusi dari produsen Alat Kesehatan Dalam Negeri hanya mencapai 260 Miliar Rupiah.

 

“Hal tersebut menjadi salah satu faktor pertimbangan BPPT mengembangkan produkter barunya berupa layanan implan Biomaterial untuk Kesehatan”, jelas Eniya.

 

Kurangnya jumlah perumahan siap huni yang tersedia di Indonesia saat, ini juga menjadi salah satu perhatian PTM. Menurut Asosiasi Pengembangan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Indonesia masih kekurangan 15 juta unit perumahan untuk di huni. Menyikapi kondisi tersebut, BPPT sebagai lembaga teknologi milik Negara menawarkan sebuah solusi teknologi  yang ramah lingkungan, yaitu Teknologi Rumah Komposit. 

 

Menurut Eniya, Teknologi Rumah Komposit ini mempunyai banyak keuntungan, selain praktis dan ramah lingkungan, teknologi ini juga dapat menghemat waktu dan biaya di bandingkan rumah konvensional.

 

“Rumah ini kami rancang dengan sistem knock down, jadi mudah untuk di instalasi diberbagai tempat. Selain itu, rumah ini juga kami rancang untuk tidak mudah terbakar dan mudah perawatannya,” terangnya.

 

Eniya meyakini, teknologi rumah komposit akan sangat berguna bila dimanfaatkan di daerah bencana maupun daerah terpencil. “Sampai saat ini kami masih terus bekerjasama dengan berbagai universitas dan lembaga penelitian lainnya untuk menghasilkan terobosan teknologi. Dengan begitu maka kekayaan alam Indonesia yang sangat beragam dapat termanfaatkan secara maksimal”, tutup Eniya. (bunga/mey/humas)

 

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT