Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Pertama di Indonesia, BPPT Dampingi Bantaeng Helat e Voting Pilkada

Setelah sukses pada helatan e voting sebelumnya pada e-voting di Pilkades Boyolali, kali ini (17/4) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dampingi Bantaeng dalam simulasi penggunaan e voting dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Kabupaten Bantaeng, Makassar Sulawesi Selatan telah mencatat sejarah sebagai daerah pertama yang menerapkan e-voting dalam pelaksanaan pemilukada. Pasangan calon bupati dan wakil bupati tidak hanya akan dipilih masyarakat Bantaeng dengan metode coblos paku lagi tetapi juga dilengkapi teknologi e-voting.

 

Ada 42 TPS dari 360 TPS yang menjadi lokasi e-voting dengan asumsi sekitar 15 ribu dari 137 ribu warga yang punya hak suara akan menggunakan teknologi e-voting untuk memilih. Sekitar 100 teknisi disiapkan untuk membantu pelaksanaan e-voting mengingat ini merupakan hajatan e-voting yang pertama kalinya untuk Pemilukada di Sulsel bahkan di Indonesia.

Usai penyelenggaraan, hasil simulasi pemilihan electronical voting (e-voting) yang disimulasikan tersebut akan langsung dievaluasi. "Hasilnya tidak akan dipublish, akan langsung dibawa ke Unhas untuk dievalusi," kata Idrus Paturusi, Rektor Unhas di sela pelaksanaan e-voting di TPS 2 Letta, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Rabu (17/4/2013).

Setelah dievaluasi, hasil e-voting Bantaeng selanjutnya akan dipresentasekan di Komisi II DPR RI untuk dipertimbangkan dapat digunakan pada kontestasi politik lainnya. Di Bantaeng, sebanyak 42 dari 361 TPS dipilih untuk penerapan e-voting.

E voting ini sendiri sudah dirintis pengembangannya oleh BPPT sejak tahun 2009, mulai dari uji coba di Kabupaten Jembrana secara bertahap. Berbagai proses panjang telah ditempuh demi mendekati simulasi e-voting pemilukada yang sebenarnya. Oleh karena itu, BPPT bekerjasama dengan Unhas ingin mewujudkan hal tersebut dalam pemilukada Bantaeng di 45 TPS.

"Diharapkan simulasi e-voting ini bisa mencapai dua sasaran yaitu terciptanya akselerasi pendidikan politik dan demokrasi kepada masyarakat melaluI pemanfaatan teknologi informasi dalam penyelenggaraan e-voting pemilukada serta terciptanya transparansi kejujuran dan akuntabilitas sebagai sarana melakukan pemilukada," ungkap Dr. Unggul Priyanto selaku Deputi kepala BPPT, usai rapat pelaksanaan simulasi E Voting pemilihan kepala daerah Kabupaten Bantaeng diruang Senat Lantai 2 Rektorat Unhas, (5/4) lalu.

Pilkada dengan E voting pertama di Indonesia

Pertama di Indonesia, Pilkada Bantaeng menjadi ajang penerapan e-voting untuk Pilkada di Indonesia. E-voting tersebut disimulasikan di 42 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 361 TPS. Menurut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Muhammad, seperti dikutip Antara, e-voting sangat efisien dalam hal anggaran pilkada, terutama terkait logistik berupa surat suara. Selain juga dapat mengurangi terjadinya kecurangan terkait perolehan suara masing-masing calon yang bertarung dalam pilkada. "E-voting sangat baik bila itu diberlakukan, tingkat kecurangan dimungkinkan sangat kecil," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa e-voting yang diterapkan di Pilkada Bantaeng baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Sebelumnya simulasi e-voting tidak dilaksanakan pada saat berlangsungnya pilkada. "Simulasi riil e-voting yang dilaksanakan KPU Kabupaten Bantaeng dinilai berjalan maksimal. Kondisi pascapemilihan juga dinyatakan kondusif," terangnya.

Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik, Andrari Grahitandaru mengatakan, sistem penggunaan e-voting ini tidak dapat di manipulasi dengan menggunakan cara apapun. Karena segala aktivitas terekam secara sistemik dan hasilnya pun dapat diketahui secara langsung. "Selain dapat meminimalisir kecurangan, sistem e-voting ini juga menghemat anggaran," ujarnya.

Sebelum di Bantaeng, Andrari menambahkan, sistem e-voting yang telah ber-aspek legal ini juga sebelumnya baru saja di ujicobakan dalam pemilihan Kepala Desa di Boyolali serta pada pemilihan Kepala Dusun di Jembrana, Bali.

Ia menjelaskan, Pilkada Bantaeng hari ini diuji coba sistem e-Voting di 42 TPS dari 360 TPS. Dari 42 TPS, sekira 15 ribu dari 137 ribu warga yang punya hak suara menggunakan teknologi e-voting tersebut.

"Menjaga suksesnya helatan ini, kami telah siapkan sekitar 100 teknisi untuk membantu pelaksanaan sistem yang merupakan e-voting pertama kalinya di Indonesia ini," pungkasnya. (SYRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id