• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

KTN 2018 : Gandeng BNPB, BPPT Siap Berkolaborasi Dalam Penanggulangan Bencana

Bidang teknologi kebencanaan menjadi ajang pemangku kepentingan untuk memetakan status perkembangan, mengkaji dan menyikapi kemajuan, kesiapan, serta niat untuk meningkatkan ketahanan bangsa, terhadap ancaman potensi serba-bencana melalui penerapan teknologi anak bangsa, kata Kepala BPPT Unggul Priyanto disela acara Kongres Teknologi Nasional (KTN)  2018 di Jakarta. (17/07) 

Menurutnya, kongres ini juga menjadi wahana retrospeksi, membangun peta jalan ke depan guna mendorong kemampuan anak bangsa bekiprah dan berkontribusi menghadapi potensi bencana yang semakin banyak terjadi dan skala intensitasnya pun semakin meningkat di Indonesia.

 

 

Adapun tema bidang teknologi kebencanaan pada KTN kali ini adalah  inovasi teknologi Pengurangan Risiko Bencana Untuk Menyelamatkan Investasi Dan Pembangunan Berkelanjutan. Tema ini mencakup bahasan kebijakan dalam rangka mendorong dan meningkatkan inovasi teknologi dan pembangunan berbasis migasi bencana untuk mendukung penyelamatan investasi dan melestarikan upaya pembangunan berkelanjutan, tutur Unggul.

 

Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menjelaskan penanggulangan bencana sangat komplek, multi stakeholder, dan multi disiplin ilmu, sehingga penanganannya tidak mungkin hanya pemerintah saja, tapi berkolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

 

Dikatakan Willem, yang perlu disoroti adalah perubahan iklim yang sudah menjadi perhatian, bukan hanya di Indonesia, tapi hampir seluruh dunia. Berkaitan dengan itu, lanjutnya, ada jutaan masyarakat Indonesia yang tinggal di tempat rawan bencana yang paling penting menjadi perhatian.

 

Ini yang menjadi target atau sasaran kita bagaimana kalau terjadi bencana, maka dampak dari itu bisa dikurangi seminimal mungkin, dan untuk mengurangi dampak seminimal  mungkin, maka perlu ada upaya yang komprehensif, mulai dari mitigasi, membangun kesiapsiagaan, membangun kapasitas, memberikan tanggap darurat, secara cepat dan tepat, ungkapnya.

 

Terkait hal tersebut,  perlunya inovasi dan terobosan maka kita harus punya R&D yang kuat, dan yang diharapkan adalah R&D yang terarah. Sementara ini, saya melihat Indonesia memiliki potensi riset yang kuat tapi tersebar dimana-mana. forum ini, bagaimana itu caranya agar ada nuansa yang jelas sehingga  kita bisa berkolaborasi. (Humas/HMP).


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT