• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Wujudkan Standar Desain Pabrik Gula Merah Putih, BPPT Gelar Dialog Gula Nasional

 

Jakarta, 20/3 -- Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto secara resmi membuka acara Dialog Nasional dan Peluncuran Buku Standar Desain Pabrik Gula Merah Putih, yang merupakan hasil karya anak bangsa. Dalam sambutannya Kepala BPPT menegaskan pentingnya standarisasi, yakni desain standar Pabrik Gula yang berpihak pada potensi industri dalam negeri. Hal ini ditujukan agar TKDN meningkat, serta kemandirian Industri Gula Nasional dapat diwujudkan.

“Saat ini untuk mencapai target Kemandirian Industri Gula Nasional bukan hal yang ringan. Perlu aksi yang nyata dari pemangku kepentingan industri gula tanah air, serta dukungan teknologi yang handal,” ungkapnya.

 

 

Lebih lanjut Kepala BPPT menyebut, untuk menuju swasembada gula nasional perlu dilakukan revitalisasi terhadap sejumlah Pabrik Gula eksisting, serta membangun beberapa pabrik gula baru, untuk menanggulangi defisit kebutuhan gula nasional. Tentu saja peningkatan produktivitas seiring dengan membaiknya kemampuan desain dan engineering tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh BPPT.

 

“Diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dan seluruh lapisan masyarakat, dan dalam hal ini BPPT siap mendukung seluruh rencana pemerintah untuk meningkatkan kemampuan industri gula nasional melalui integrasi sektor produksi seperti industri manufaktur dan pertanian dengan penyediaan suatu desain standar pabrik gula yang diharapkan dapat di aplikasikan untuk pembangunan dan revitalisasi pabrik gula nasional,” jelas Kepala BPPT.

 

Teknologi untuk TKDN Pabrik Gula

 

BPPT telah bekerja sama dengan PTPN XII dalam kaji terap FEED (Front-End Engineering Design) Pabrik Gula Modern, Terintegrasi dan Terpadu kapasitas 6000 TCD.  FEED ini menjadi referensi teknis dari desain pembangunan pabrik gula Glenmore (PT. IGG), Banyuwangi,  Jawa Timur yang pembangunannya telah melalui tahap testing & comissioning, yang telah beroperasi di tahun 2017.

 

Desain pabrik Gula Glenmore inipun dapat menjadi desain standar untuk pembangunan pabrik gula modern di Indonesia yang tinggi nilai TKDN. Dari hasil perekayasaan yang telah dilaksanakan BPPT, diharapkan tahun 2019 potensi TKDN pabrik gula dapat ditingkatkan sampai dengan 63.93% melalui penerapan standardisasi desain yang barbasis kemampuan industri nasional

 

Dijelaskan lebih lanjut oleh Direktur Pusat Teknologi Industri Permesinan BPPT, Barman Tambunan,  hingga kini BPPT aktif dalam 11 kegiatan dari 22 program aksi, Program Revitalisasi Industri Gula Nasional (PRIGN). Satu kegiatan utamanya adalah Desain Konseptual PG Modern 10.000 ton cane per day (TCD).

 

Guna mengantisipasi kebutuhan gula nasional yang terus meningkat sejak tahun 2012, hingga menyebabkan impor produk gula, diurai Barman hal ini memerlukan usaha holistik baik dari sisi On Farm maupun Off Farm, untuk menuju swasembada gula nasional. Oleh sebab itu dirasakan perlu adanya penguasaan teknologi Industri gula mulai dari kliring teknologi, audit teknologi dan inovasi teknologi di Industri Gula Nasional yang mencakup teknologi proses, diversifikasi produk dan turunannya.

“Diharapkan melalui acara ini terjadi sinergi antar pemangku kepentingan, yang menghasilkan suatu rekomendasi kebijakan yang berpihak pada potensi dalam negeri untuk pencapaian swasembada gula dan kemandirian industri manufaktur nasional,” pungkasnya. (Humas/HMP)

 

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT