Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

TINGKATKAN PAD TANJUNGBALAI, BPDP LAKUKAN OLAH PELABUHAN DAN SUNGAI

Setelah sebelumnya melakukan perjanjian nota kesepahaman pada 2012 lalu, BPPT dan Pemerintah Kota Tanjungbalai Medan mulai melakukan kajian Pengembangan Pelabuhan Teluk Nibung dan Bagan Asahan serta Sedimentasi Sungai Asahan. Sesuai rencana, kajian ini berlangsung mulai 11 Maret 2013 dan akan berakhir pada 24 Maret mendatang.

Menurut Walikota Tanjungbalai, Thamrin Munthe, kajian tersebut akan mencakup beberapa hal, diantaranya inventarisasi permasalahan di Sungai Asahan dan indentifikasi aspek strategis pelabuhan di Sungai Asahan untuk pengembangan kawasan sekitar.

“Kami juga mengharapkan akan terkumpul data primer serta analisis data, terkait parameter dominan dari kegagalan pelabuhan saat ini serta alternatif penyelesaian masalah untuk pengembangan pelabuhan dimasa mendatang,” katanya dalam pertemuan di Aula Bundar Pemerintah Kota Tanjungbalai (11/03).

Pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah dan Kepala Bappeda tersebut, Thamrin menegaskan perlu adanya peningkatan sumberdaya manusia lokal yang menguasai segala persoalan terkait pengembangan pelabuhan dan kawasan sekitarnya. “Kami ingin BPPT, dalam hal ini BPDP (Balai Pengkajian Dinamika Pantai), terus melakukan peran intermediasinya dalam proses pengembangan dan perawatan pelabuhan serta bangunan pantai,” tambahnya.  

Terkait permasalahan di Sungai Asahan, Rahmat Hidayat, Kepala BPDP BPPT mengatakan bahwa hal tersebut berimplikasi pada pengurangan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Pemkot Tanjungbalai. “Lalu lintas kapal yang akan keluar dan masuk pelabuhan menjadi terganggu akibat sedimentasi yang terjadi disini (Tanjungbalai-red). Hilir sungai sudah tak lagi mampu menampung debit air. Bahkan saat musim hujan, pemukiman disekitar sungai menjadi tergenang. Tentunya hal tersebut sangat mengganggu warga,” ucapnya.

Dengan sarana prasarana yang dimiliki BPDP, Rahman meyakini hal tersebut akan sangat membantu Pemkot Tanjungbalai dalam mencari solusi dari akar permasalahan yang terjadi. “BPDP memiliki laboratorium kolam gelombang, saluran gelombang, perangkat lunak pemodelan lingkungan pantai dan pelabuhan. Ditambah lagi dengan peralatan survei yang memadai dan SDM yang kompeten, tentunya hal tersebut akan sangat membantu,” ujarnya.

Hasil dari kajian nantinya, menurut Rahman, akan membawa dampak positif yang nyata bagi Pemkot Tanjungbalai. Selain penambahan PAD yang signifikan, keamanan serta keandalan pelabuhan dan bangunan pantai juga diharapkan akan mengalami penghematan dari kerusakan yang tidak perlu.

“Jika permasalahan ini terselesaikan, lalu lintas pelabuhan lancar, keluar masuknya barang ke pelabuhan juga lancar. Bahkan warga sekitar pun menjadi tenang karena rumahnya tidak lagi tergenang. Itulah harapan dan tantangan besar kami,” tutup Rahman. (SYRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id