• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kepala BPPT: Siapkan Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Hadapi Industri 4.0

Kepala BPPT Hammam Riza menekankan bahwa Indonesia telah dan akan terus melaju dalam era revolusi industry 4.0. 


"Kita akan bersentuhan dengan beragam teknologi canggih, seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), wearabless, robotika canggih, dan 3D printing," tuturnya saat membuka gelaran Rapat Kerja Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT di Yogyakarta, Rabu (27/03/2019). 

 

Indonesia diungkap Hammam, menurut rencana making Indonesia 4.0 akan berfokus pada lima sektor utama untuk penerapan awal dari teknologi 4.0 ini, yaitu  makanan dan minuman,  tekstil dan pakaian,  otomotif,  kimia, dan  elektronik.  


"Tentunya BPPT harus mampu menjadi pelopor, utamanya dalam membangun kesiapan teknologi. Serta mendorong munculnya produk inovasi anak bangsa, agar diterapkan oleh industri nasional," serunya.


Lebih lanjut kepada jajaran di Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Hammam meminta untuk menyiapkan strategi khusus dalam peningkatan industri makanan dan minuman.


"Teknologi BPPT harus juga fokus  mendorong produktivitas di sektor hulu yaitu pertanian, melalui penerapan dan investasi berbagai inovasi teknologi, termasuk penerapan smart farming.  

Di hilir nya akan diperlukan peningkatan teknologi penanganan pasca panen dan teknologi diversifikasi produk makan dan minuman," tegasnya.  


Hammam kemudian meminta agar sektor pertanian nasional dapat didukung kuat dengan inovasi teknologi. 


"Agroindustri ini akan lebih diminati oleh anak muda sebagai petani milenial melalui Startup company berbasis agricultural technologi.  Seperti yang telah dimulainya kerjasama dengan TAB dengan Kabupaten Banyuwangi di Industri kreatif bidang makanan minuman untuk menghasilkan produk unggulan kopi dan kakao serta mendorong lahirnya wirausahawan berbasis Inovasi Teknologi (Technopreneur) yang akan mendorong Peningkatan Ekonomi daerah," katanya.

 

Terkait bidang teknologi farmasi, Hammam lantas meminta jajarannya agar terus mendukung kemandirian industri farmasi nasional.


"Kita ini BPPT juga penting mendorong teknologi yang dapat mewujudkan kemandirian bahan baku farmasi, sehingga industri obat bisa berkembang, impor berkurang dan masyarakat bisa memperoleh obat dengan mudah, terjangkau dan berkesinambungan," ujarnya.

 

Lebih lanjut Hammam menuturkan kepada jajaran TAB untuk mengusung nilai Solid, Smart, Speed dalam organisasi.


"Tidak ada yang namanya Superman, yang perlu kita bentuk adalah super team. Secara organisasi kita harus lebih Solid, SDM nya harus smart, dan akan lebih speed dengan kecepatan penuh untuk menghasilkan inovasi teknologi yang sangat ditunggu, baik oleh para petani, komponen pelaku kerja terbesar di negeri ini, sektor yang sangat penting di negeri ini," jelasnya.


Pada kesempatan ini Hammam lalu mengajak seluruh pegawai di Deputi TAB untuk terus memberi kontribusi terbaik, agar BPPT terus menunjukkan eksistensi positif dalam pembangunan nasional.


"Saya harapkan TAB sebagai bagian dari BPPT dengan berbagai inovasi teknologi nya, akan semakin memberikan kontribusi dan menjadi penghela peningkatan pereknonomian nasional berbasis inovasi teknologi," pungkasnya. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT