• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

BPPT Dukung Pemerintah Banyuwangi, Ajarkan Teknologi Kopi dan Cokelat ke Sekolah

 

Kopi dan Cokelat merupakan salah satu komoditas penting bagi Indonesia. Salah satu daerah yang memiliki potensi besar akan komoditas tersebut adalah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

 

Dikatakan Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT, Soni Solistia Wirawan, saat berkunjung ke Banyuwangi, Sabtu (24/11/2018) bahwa pihaknya siap mendukung jajaran pemerintah Banyuwangi untuk memberikan pelajaran tambahan tentang kopi dan cokelat bagi para pelajar.

 

“Kami juga akan membantu menyiapkan teknologinya. Keinginan Banyuwangi untuk memperkenalkan dunia kopi dan kakao sebagai bahan baku cokelat kepada para pelajar sejak SMP layak diapresiasi. Apalagi jika diusulkan untuk membuka SMK jurusan kopi dan cokelat,” terangnya di depan Bupati Kabupaten Banyuwangi, Azwar Anas.  

 

Banyuwangi disebut Deputi TAB memiliki potensi kopi dan kakao yang kualitasnya telah diakui dunia. Untuk itu dengan adanya program ini, para pelajar bisa berinisiatif untuk tumbuh menjadi pengusaha kreatif di bidang kopi dan cokelat sebagai komoditas potensial yang ada di Banyuwangi.

 

"Kami di BPPT sudah lama lakukan penelitian kopi dan cokelat, pasti dengan senang hati kami akan mendukung rencana Banyuwangi. Mereka bisa menjadi pengusaha kreatif bidang kopi dan cokelat yang pasarnya sangat besar di dunia," tambahnya.



Bentuk dukungan tersebut imbuhnya, dapat diwujudkan dalam berbagai hal. Bahkan menurut Soni, BPPT juga siap membantu pengembangan potensi pertanian yang kin marak dirintis anak-anak muda Banyuwangi.

 

"Di sini sudah mulai tumbuh rintisan perusahaan bidang agro, kami akan lihat mana saja yang bisa kami dukung teknologinya. Kami bisa bantu apa saja untuk pengembangan jurusan ini. Selain juga cara pemrosesan mulai pembibitan yang bagus hingga teknik pengolahan yang tepat, termasuk bantuan teknologinya seperti alat penyangrai kopi," paparnya.


Lebih lanjut Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengapresiasi upaya BPPT untuk mendukung kebijakannya. Ia pun merinci bahwa potensi agrobisnis Banyuwangi sangat melimpah, khususnya kopi dan kakao. Bahkan kakao Glenmore Banyuwangi dikenal sebagai salah satu bahan cokelat terbaik dunia.



"Banyuwangi berkolaborasi dengan BUMN perkebunan PTPN XII juga tengah menyiapkan kegiatan ekstrakurikuler kopi dan cokelat bagi pelajar SMP dan SMA/SMK, termasuk di sekolah yang berbasis pondok pesantren. Untuk SMA dan SMK, kami mengusulkan ke pemerintah provinsi agar dibuka jurusan kopi dan cokelat," ungkap Anas. 



Anas menambahkan, SMP dan SMA/SMK, termasuk yang berbasis pesantren dan lokasinya dekat dengan lokasi perkebunan bakal mulai dimasuki ekstrakurikuler kopi dan cokelat dalam waktu dekat.



"Dengan strategi ini, harapan kami bisa lahir banyak entrepreneur yang kreatif dalam menggarap potensi agro di Banyuwangi. Tidak hanya kopi dan coklat, potensi hortikultura seperti jeruk, buah naga, dan manggis Banyuwangi juga melimpah. Kami ingin BPPT membantu kami teknologi pengembangannya," lanjutnya. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT