Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Hentikan Bakar Lahan Gambut dengan Inovasi Pupuk Biopeat

 

 

 

 

 

 

Produk Biopeat merupakan terobosan teknologi yang saat ini dikembangkan BPPT bersama PT. Riau Sakti United Plantations (RSUP) dalam rangka memanfaatkan lahan gambut tanpa dibakar untuk pertanian dan perkebunan. Melalui rekayasa bioteknologi di sarana laboratorium yang dimiliki BPPT, mikroorganisme lokal (indigenous) telah dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian/perkebunan melalui peningkatan pH tanah gambut dan penyediaan nutrisi tanaman.

 

Dikatakan Kepala BPPT saat Peresmian Unit Produksi (pabrik) dan Launching BioPeat di PT. Riau Sakti United Plantations bahwa inovasi biopeat ini dapat meningkatkan pH lahan gambut, sehingga dapat ditanami tanpa membakar lahan.

 

 

“Dengan biopeat ini maka kebakaran lahan akibat gambut yang dibakar, akan dapat dikurangi. Inovasi biopeat ini jelas menjadi solusi teknologi, saat ini tengah dikembangkan BPPT bersama industry lokal, yakni PT. Riau Sakti United Plantations (RSUP), di Kepulauan Riau,” papar Kepala BPPT.

 

Seperti diketahui lahan gambut tropis mengandung asam-asam organik yang tinggi, hasil degradasi lignin dari tanaman yang melapuk dan menyebabkan peningkatkan kemasaman tanah atau membuat pH rendah. Dengan memanfaatkan mikroba potensial dari lahan gambut itu sendiri yang memakan asam-asam organik sebagai sumber karbon untuk pertumbuhannya, aktifitas mikroba tersebut akan memberikan dampak positif bagi perbaikan kualitas tanah.

 

“Aplikasi pupuk hayati BioPeat pada tanah gambut mampu meningkatkan pH tanah dari semula rata-rata pH 3,9 menjadi sekitar pH 5. Dengan meningkatnya pH tanah gambut, maka peluang mikroba penyubur tanah lainnya yang dapat bertahan hidup dilingkungan tanah gambut juga ikut meningkat, sehingga tanah gambut menjadi lebih subur,” jelasnya.

 

Produk BioPeat BPPT lanjutnya, telah teruji kemampuannya melalui serangkaian uji aplikasi. Selain memperbaiki kualitas hasil panen, BioPeat juga mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama.

 

“BioPeat terbukti dapat meningkatkan produktivitas tanaman Jagung sebesar 45%, buah Nanas grade A sebesar 31%, dan meningkatkan kadar kemanisan buah Naga hingga mencapai rata-rata Brix 15%, cukup jauh diatas nilai brix buah Naga di pasaran yang hanya mencapai 11%,” paparnya.

 

Untuk mendukung pengkajian dan penerapan teknologi BioPeat serta pemanfaatan hasil-hasilnya kepada masyarakat, dituturkan Kepala BPPT bahwa PT. RSUP telah membangun Laboratorium dan Pusat Informasi Teknologi BioPeat (LPITBio) dan Unit Produksi BioPeat dengan dukungan teknologi dari BPPT.

 

LPITBio ini merupakan tempat untuk melakukan riset pengembangan produk BioPeat dan sekaligus sebagai pusat informasi dan edukasi (Education Center) bagi para petani lahan gambut untuk mengenal dan memahami teknologi BioPeat sehingga dapat mengaplikasikannya untuk pertanian lahan gambut tanpa melakukan pembakaran.

 

Pemanfaaan teknologi produksi BioPeat yang telah dikembangkan BPPT dan dimanfaatkan oleh PT. Riau Sakti United Plantations merupakan bukti bahwa dunia industri telah memberikan kepercayaan dan respon positif terhadap hasil-hasil inovasi teknologi yang telah dihasilkan BPPT untuk dikembangkan dan diterapkan lebih lanjut. Ini merupakan bentuk dukungan BPPT untuk mendorong hilirisasi teknologi diberbagai sektor. Tentunya hal ini perlu kita dorong terus sehingga pemanfaatan teknologi oleh industri semakin meningkat dan maksimum.

 

"Kami inginkan supaya para petani untuk STOP bakar lahan, BioPeat ini mampu memberi kesuburan lahan gambut dengan menambah tingkat keasaman atau kadar Ph. Dengan ini maka biopeat sanggup menggantikan budaya membakar lahan," pungkasnya. (Humas/HMP)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id