Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Luncurkan Kit Diagnostik Dengue Demam Berdarah dan Cangkang Kapsul Rumput Laut 

Berbagai kegiatan inovasi dan layanan teknologi telah dilakukan BPPT pada berbagai bidang, termasuk didalamnya inovasi dan layanan teknologi di bidang kesehatan. Pada kesempatan kali ini, BPPT ingin menghadirkan dan memperkenalkan hasil kerekayasaan dan inovasi bidang kesehatan, yaitu inovasi kit diagnostika untuk deteksi penyakit demam berdarah dengue dan cangkang kapsul dari rumput laut.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto saat peluncuran kedua inovasi tersebut mengatakan bahwa inovasi kit diagnostika demam berdarah dengue dan cangkang kapsul rumput laut ini merupakan yang pertama di Indonesia dan karya anak bangsa.

 

"Kit Diagnostik Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu prototipe produk hasil inovasi BPPT dalam bidang kesehatan. Kit diagnostik ini dirancang untuk deteksi dini (early detection) dan deteksi non-dini penyakit DBD," jelas Kepala BPPT.

Dengan teknik kromatoimunografi Kit Diagnostik ini dapat mendeteksi keberadaan antigen NS one (NS1), suatu glikoprotein yang terakumulasi pada plasma sel yang terinfeksi virus dengue. Antigen ini muncul lebih awal dibandingkan antibodi.

"Sehingga penyakit demam berdarah bisa dideteksi lebih awal dengan menggunakan kit diagnostik ini.  Selain itu Kit diagnostik hasil inovasai BPPT ini juga dirancang untuk dapat mendeteksi antibodi dari virus nyamuk demam berdarah di dalam serum darah pasien yang terduga menderita DBD," urainya.

Lebih lanjut Kepala BPPT juga menyebutkan hasil inovasi BPPT kedua yang diperkenalkan pada masyarakat luas adalah cangkang kapsul dari rumput laut. Cangkang kapsul katanya, merupakan salah satu bahan sediaan tambahan yang sangat penting dalam industri obat. 

Ketersediaan cangkang kapsul dalam jumlah yang cukup, kualitas yang terjamin dan memiliki penerimaan masyarakat yang tinggi sangat diperlukan. Melalui tahapan dan proses inovasi para perekayasa BPPT telah berhasil mengembangkan teknologi yang tepat untuk mengolah rumput laut menjadi sediaan cangkang kapsul yang memenuhi persyaratan kefarmasian dan keekonomian. 

"Dengan menggunakan bahan baku rumput laut yang sangat melimpah dan halal, produk cangkang kapsul ini diharapkan mempunyai daya saing yang tinggi secara ekonomi dan dapat diterima baik oleh masyarakat pengguna," papar Kepala BPPT. 

 

Sinergi Pemangku Kepentingan 

 

Dalam melakukan pengembangan dan inovasi kit diagnostik DBD ini, BPPT telah bermitra dengan beberapa pihak untuk dapat melengkapi kebutuhan teknologi dan mengkonfirmasi validitas teknis serta kelayakan ekonomi. Untuk itu BPPT menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Badanlitbang Kementerian Kesehatan RI dan Yayasan Hepatika Mataram yang telah bekerjasama melengkapi kebutuhan teknologi dan validasi teknis terhadap prototipe produk Kit Diagnostik ini. 

BPPT juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tanaka Kikinzoku Jepang dan PT Kimia Farma yang telah memberikan respon positif dan peluang kemitraan untuk melakukan produksi dan komersialisasi Kit Diagnostik DBD hasil inovasi BPPT ini.

"Semoga prototip sediaan kit diagnostik DBD ini, segera dapat difinalisasi menjadi sediaan kit diagnostik yang fungsional melalui rangkaian uji fungsi secara klinis, di produksi dan digunakan untuk mempercepat deteksi dan tindakan penanganan demam berdarah di Indonesia," harap Kepala BPPT.

Sementara terkait inovasi cangkang kapsul dari rumput laut, disampaikan bahwa  pembuatan kapsul yang diformulasi dari bahan rumput laut merupakan upaya diversifikasi produk aplikasi rumput laut yang diolah di dalam negeri.  Kapsul yang ada saat ini dibuat dari gelatin yang bahan bakunya adalah impor.  

Sedangkan gelatin adalah bahan yang berasal dari tulang atau kulit hewan.  Kapsul yang diformulasi dari bahan rumput laut tidak menggunakan bahan yang berasal dari hewan sehingga cocok bagi vegetarian serta lebih terjamin halal.

Inovasi kapsul rumput laut yang diberi nama Rulindo Caps, merupakan produk kapsul rumput laut pertama yang siap diproduksi industri kapsul dalam negeri, karena dalam pengembangannya sejak awal melibatkan mitra industri PT. Kapsulindo Nusantara, mulai dari prototipe hingga iterasi berbagai tahap pengujian dan uji coba produksi skala industri. 

"Rulindo Caps secara fisik memiliki penampilan yang sangat baik, dan memenuhi standar kefarmasian dan keekonomian, sehingga diharapkan dapat meningkatkan diversifikasi produk rumput laut dalam negeri dalam rangka menuju kemandirian," pungkasnya. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id