Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Jadikan Lada Sebagai Komoditas Nasional, BPPT Terapkan Teknologi Ex-Vitro

Pemerintah Kabupaten Bangka sedang mengupayakan menjadikan komoditas lada sebagai program unggulan nasional seperti komoditas sawit dan karet Bangka yang sudah terlebih dahulu masuk.  Namun, kondisi pertanian lada bangka saat ini dapat dikatakan kurang "seksi" lagi bagi petani.Sebut saja dari wabah penyakit kuning yang menyerang dan menyebabkan panen lada putih muntok kurang "greget", sehingga membuat petani banyak yang mengalihfugsikan lahannya ke komoditas lain, bahkan beralih ke sektor tambang (timah).

 

 
Program revitalisasi lada mau tidak mau harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka untuk mencapai tujuan di atas. Dengan target 5 juta benih lada se-Bangka Belitung, Kabupaten Bangka melalui Dinas Pertanian menyampaikan kondisi ini kepada BPPT yang mempunyai rekam jejak baik dalam perbanyakan benih unggul.


Secara spesifik Kabupaten Bangka meminta bantuan untuk dapat melakukan perbanyakan benih lada putih muntok yang tahan sakit kuning dan dengan masa panen lebih cepat.


Setali tiga uang dengan peran BPPT yaitu alih teknologi dan difusi teknologi, BPPT melalui Balai Bioteknologi memberikan solusi teknologi perbanyakan benih secara ex-vitro, atau bahasa awamnya mesin fotokopi tanaman. Sebagai informasi teknologi ini telah dimanfaatkan di berbagai daerah di Indonesia, seperti Batu dan Wonosobo dengan kentangnya, Pemalang, Pekalongan dan Batang dengan jahe merah serta Bantaeng dengan Talas Saviranya yang mampu menembus pasar Jepang.

Kepala Balai Bioteknologi BPPT Agung Eru Wibowo menerangkan, bahwa teknologi ini mempunyai beberapa keunggulan yakni pertama, proses perbanyakan benih dapat lebih cepat. Kedua, hasil multiplikasi lebih banyak (1 benih bisa menjadi 5 benih, dari 5 benih menjadi 25 benih dan seterusnya). Ketiga,  hasilnya identik dengan indukannya, kemudian yang terpenting adalah teknologi ini mudah diaplikasikan oleh masyarakat.


"Tahun ini kita akan memproduksi lagi 150 ribu benih lada putih muntok, setelah tahun lalu telah menginisiasi 200 ribu benih sebagai langkah awal. Rencananya, enam bulan lagi kita sudah bisa melihat hasilnya," jelas Agung.

 

Selain memberikan teknologi, BPPT bersama Dinas Pertanian Kab. Bangka juga menyiapkan SDM melalui pelatihan perbanyakan bibit lada secara ex-vitro kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang berlangsung sejak tanggal 4 - 7 November 2017 di Desa Petaling, Kabupaten Bangka.

 
"Inovasi teknologi itu baik, cepat dan efisien, namun yang terpenting adalah Kabupaten Bangka bisa men-deliver teknologinya kepada masyarakat, " tambah Agung di sela acara pelatihan.


Kemas A. Rahman, Kadis Pertanian Kabupaten\ Bangka, berpesan kepada para PPL harus banyak mencuri ilmu dari BPPT. "Para penyuluh harus siap belajar, karena lada ex-vitro ini merupakan benih lada premium, bukan bibit asal-asalan, dan  formula dari BPPT ini bisa mempercepat pertumbuhan hingga 3 kali lipat, " terang Kemas.

 
Kemas berharap, kerjasama ini dapat terus berlanjut. "Dengan bantuan teknologi dalam bidang pertanian semoga bisa membantu program pemerintah dan daerah, dan lada Bangka bisa masuk menjadi program unggulan nasional," tutupnya. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id