Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT dan Komisi VII DPR RI Berikan Benih Ikan Nila Salina, Bisa Budidaya di Laut

Inovasi teknologi tentu terus menjadi tugas BPPT, yang kali ini ditujukan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, salah satunya dalam agenda pemenuhan ketersediaan pangan protein hewani (ikan).
 
Dikatakan Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT, Arief Arianto, pihaknya telah menghasilkan inovasi dalam budidaya perikanan. Adalah Ikan Nila Salina, Ikan Nila yang dapat dibudidayakan di laut dan lahan tambak marjinal, serta perairan asin lainnya.
 
 
"Ikan Nila yang biasanya di-budidaya di air tawar, dengan rekayasa teknologi BPPT, kini mampu dibudidayakan di lahan tambak bersalinitas tinggi. Bahkan bisa budidaya di laut," paparnya dalam acara Diseminasi Penerapan Teknologi Budidaya Ikan Nila Salina, di Maros, Sulawesi Selatan, (11/11/2017).
 
Dikatakan Arief bahwa pada acara yang bekerjasama dengan Komisi VII DPR RI, telah diserahkan 25.000 ekor benih ikan Nila Salina BPPT, suplemen pakan pemercepat pertumbuhan ikan, vaksin DNA Streptococcus, peralatan pendukung budidaya dan pelatihan budidaya ikan nila kepada 5 kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Maros. 
 
Anggota DPR-RI Komisi VII, Andi Yuliani Paris, yang hadir dalam penyerahan benih ini menyebut bahwa upaya ini juga dilakukan guna peningkatan kompetensi dan daya saing nelayan di wilayah pesisir. Jika selama ini bantuan hanya bersifat konvensional sebutnya, maka bantuan yang diberikan kali ini juga diharapkan mampu mencerdaskan masyarakat, dengan adanya pelatihan penyusunan formula pakan ikan.
 
"Dengan inovasi dan teknologi hasil rekayasa para ahli BPPT ini, sangat bermanfaat untuk diterapkan secara tepat guna bagi masyarakat nelayan pesisir di Maros ini," tuturnya saat menyerahkan benih ke perwakilan nelayan Maros.
 
Andi Yuliani pun berharap bahwa nelayan yang mendapat bantuan ini, dapat terus berusaha untuk mendorong akselerasi peningkatan produksi perikanan. Terutama dalam penyediaan pangan protein, produk ekspor, peningkatan ekonomi dan lapangan kerja.
 
"Kami Komisi VII apresiasi BPPT yang terus menghasilkan inovasi teknologi untuk membangun Indonesia. Kami harapkan inovasi Ikan Nila Salina ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di pesisir se Indonesia," tegasnya.
 
 
Rekayasa Ikan Nila Salina, Tahan Air Asin
 
Menanggapi pernyataan Andi Yuliani, Direktur PTPP Arief Arianto kembali mengungkap bahwa Ikan Nila SALINA telah dirilis untuk dapat digunakan oleh masyarakat (petani dan pembudidaya ikan), berdasar pada Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : 22/KEPMEN-KP/2014.
 
Ikan Nila Salina dijelaskan olehnya, merupakan jenis Nila yang dapat tumbuh baik pada lingkungan perairan bersalinitas tinggi antara 20 - 25 ppt. Kaji terap Nila Salina ini lanjutnya, dilakukan untuk mengantisipasi isu aktual pemanasan global.
 
"Naiknya permukaan air laut di wilayah pesisir, dan banyaknya lahan tambak yang tidak terpakai membuat kami merekayasa Ikan Nila Salina. Selain itu juga Nila Salina ini ditujukan sebagai langkah menuju ketahanan pangan dalam penyediaan perikanan dalam menghadapi isu Global warming atau pemanasan global, yang juga tengah dibahas di COP 2017 di Bonn," jelasnya.
 
 
Dipaparkan Arief, dalam acara ini juga dilakukan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas ikan nila SALINA dalam kegiatan pembesaran. Nelayan setempat katanya, diajarkan membuat formula pakan yang optimal.
 
"Pakan yang diberikan ditambah pakan suplemen protein yang dapat meningkatkan daya cerna (digestibilty) sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Pemberian vaksin DNA Streptococcus sp melalui pakan juga diberikan untuk meningkatkan daya tahan hidupnya (survival rate). Kami harapkan teknologi BPPT ini dapat meningkatkan daya saing nelayan di seluruh wilayah pesisir," tutup Arief.
 
Sebagai informasi, dalam acara yang
dihadiri oleh sekitar lebih dari 100 orang petani ikan di Kabupaten Maros, juga dilakukan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Alat Barang antara BPPT dengan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maros, Kepala Desa Nisombalia, Kepala Desa Pabentengan. (Humas / HMP)
FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id