Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Kelola Lahan Gambut untuk Pangan, BPPT Gelar Pertemuan Scientist ASEAN-China

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) inisiasi pertemuan peneliti dari China dan beberapa negara ASEAN. Hal ini juga menjadi ajang tukar pengalaman dalam pengelolaan lahan gambut. Maraknya isu gambut saat ini, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta alih fungsi lahan, diungkap oleh Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB-BPPT) Eniya Listyani Dewi, membutuhkan solusi secara global juga.

"Setiap negara memiliki gambut dengan karakter berbeda-beda sehingga, menurut Eniya, ini yang menarik untuk dipelajari bersama terutama terkait dengan aspek keberlanjutannya," jelasnya dalam ASEAN-China Workshop on Sustainable Utilization of Agricultural Peatland di Jakarta, Senin (31/7).

 

 


Dikatakan Eniya lebih lanjut bahwa karakter gambut sulit dikembangkan untuk agrikultur, bahkan bersifat tidak produktif. Namun di sisi lain, permintaan pangan dunia akan semakin tinggi seiring dengan meningkatkannya populasi dunia. 

"Karena itu, perlu sentuhan teknologi untuk memanfaatkannya. Selain mereka yang mengembangan agrikultur di lahan gambut harus paham soal fungsi penyimpan air, karena jika kering akan menjadi mudah terbakar," katanya. 

Sementara Head of Science and Technology Office Kedutaan Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia Xie Chengsuo mengatakan kegiatan China-ASEAN Science and Technology Programs diharapkan dapat membantu restorasi gambut di Indonesia maupun negara anggota ASEAN lainnya. 

Pertama, Pemerintahnya menyediakan dukungan bagi peneliti muda, beasiswa dan penelitian dari negara ASEAN untuk bekerja sama dengan rekan-rekan China dari lembaga penelitian, universitas atau perusahaan untuk setengah hingga satu tahun. 

Kedua, Program kerja sama laboratorium yang bertujuan membangun kerja sama jangka panjang dengan lembaga penelitian ASEAN. 

Ketiga, pusat alih teknologi yang dibangun untuk menghubungkan perusahaan, lembaga riset, universitas secara ekstensif antara China dan negara ASEAN. 

Sebagai informasi, Workshop yang digelar BPPT bersama ASEAN Sectoral Working Group on Crops (ASWGC) dan Sektetariat ASEAN. Sekitar 100 peserta terdiri atas ahli, ilmuwan dan dosen universitas dari China, Indonesia, dan delegasi ASEAN dari Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura dan Vietnam.  Workshop ini pun didasari oleh makin tingginya tingkat konsumsi pangan, seiring pertumbuhan penduduk di kawasan ASEAN, tentu mendorong negara ASEAN mencari solusi untuk meningkatkan produktifitas pertanian.  Hal ini penting guna memenuhi kebutuhan pangan penduduknya. Namun, laju pembangunan ekonomi di Asia Tenggara, tak ayal harus mengorbankan lahan pangan, yang malah berganti fungsi menjadi kawasan industri. (Humas-HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id