• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

RAKER BPPT 2019: Indonesia Berdaya Saing Berbasis Iptek

 

 

 

SIARAN PERS

No. 26/HMP/HMS/HKH/III/2019

Auditorium BPPT, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019

 RAKER BPPT 2019: Indonesia Berdaya Saing Berbasis Iptek 

 

Jakarta, 12/03 -- Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza secara resmi membuka gelaran Rapat Kerja BPPT Tahun 2018 di Auditorium Gedung II BPPT, Jakarta.

Dalam sambutannya Kepala BPPT mengatakan bahwa Rapat Kerja kali ini merupakan suatu hal yang penting dalam menentukan kebijakan, terutama dalam upaya meningkatkan peran dan kontribusi BPPT dalam pembangunan nasional guna peningkatan daya saing nasional dan kemandirian bangsa.

“Rapat Kerja BPPT kali ini menjadi sangat penting  dalam menentukan langkah BPPT kedepan,  karena tahun 2019 ini merupakan akhir dari RPJMN 2015-2019 dan awal dari penyusunan Rancangan RPJMN 2020-2024. Kebijakan dan keputusan yang kita ambil dalam  Raker BPPT 2019, akan menjadi dasar seberapa besar BPPT akan berkontribusi dalam pembangunan nasional pada lima tahun mendatang dan mempercepat terciptanya Indonesia Berdaya Saing dan Berdaulat Berbasis Iptek,” ungkapnya.

Dipaparkan oleh Kepala BPPT, berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh  World Economic Forum (WEF) posisi daya saing Indonesia  pada tahun 2018 berada pada peringkat 45. Di kawasan Asia Tenggara Peringkat daya saing Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Singapura (2), Malaysia (25), dan Thailand (38). Sementara imbuhnya, nilai Adopsi ICT (61,1), Kecanggihan Bisnis (69,0 ) dan Inovasi (37,0) dari skala 1-100.

“Hal ini mencerminkan bahwa Iptek belum berperan secara signifikan dalam meningkatkan daya saing Indonesia,” ungkapnya.

Di sisi lain urai Kepala BPPT, kebijakan “Making Indonesia 4.0” yang telah dicanangkan oleh pemerintah dalam rangka memasuki era revolusi Industri 4.0, memerlukan berbagai kesiapan yang holistik mulai dari pembangunan dan penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pembangunan dan penguatan sektor iptek, kebijakan dan regulasi pendukung.

Program BPPT

Terkait penyusunan program BPPT kedepan, Hammam menyebut pihaknya tidak terlepas dari Kebijakan Pembangunan Nasional. Kebjakan Integrasi Pembangunan Berkelanjutan dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan seperti RPJMN dan Renstra mengharuskan kita menyelaraskan Rencana Program BPPT dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dengan 17 Tujuan dan 169 target capaiannya.

“BPPT dapat berkontribusi banyak dalam pencapaian target SDGs tersebut diantaranya dalam Tujuan ke-2 tentang Pangan dan Gizi, Tujuan ke-3 terkait kehidupan yang sehat, tujuan ke-6 terkait air bersih, tujuan ke-7 terkait energi bersih, tujuan ke-9 terkait inovasi, tujuan ke-13 terkait perubahan iklim dan tujuan ke 14  dan  15 terkait pemanfaatan SDA dan ekosistem dan lahan,” terangnya.

Lebih lanjut Kepala BPPT menegaskan komitmen BPPT untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional dan SDGs. Pada bulan Maret 2019 ini telah  dan akan diresmikan beberapa hasil inovasi BPPT diantaranya;

- Tanggal 4 Maret 2019 BPPT telah diresmikan PLT BIOGAS dari limbah cair kelapa sawit (POME)  di pabrik kelapa sawit PTPN V di Terantam, Kab. Kampar, Riau.

- Tanggal 25 Maret 2019 BPPT akan diresmikan PLTSampah di Bantargebang yang bekerja sama dengan PemProv DKI.

- Tanggal 27 Maret 2019 akan dilaksanakan Deploy Ina TEWS Merah Putih di Selat Sunda untuk mitigasi bencana Tsunami

- Tanggal 28 Maret 2019 akan diremikan Pilot Project Pengolah Emas Non Merkuri di Kulon Progo.

Saat membuka Rapat Kerja bertajuk “Penguatan Kelembagaan, Pemberdayaan SDM dan Penajaman Program Kita Tingkatkan Peran BPPT dalam RPJMN 2020-2024, Hammam lalu menyampaikan upaya BPPT guna meningkatkan daya ungkit dan impact secara nasional. Penyusunan program BPPT  tahun 2020 – 2024 lanjutnya, dilakukan melalui mekanisme Flagship sehingga  pemanfaatan kompetensi SDM, fasilitas dan anggaran dapat dilakukan secara sinergis, optimal. 

“Selain itu seluruh kegiatan BPPT harus  berdasarkan pada Demand Driven Innovation sehingga hasil produk inovasinya dapat termanfaatkan sesuai kebutuhan pengguna baik industri, instansi pemerintah maupun masyarakat luas secara cepat sesuai nilai SPEED dari tagline BPPT Solid, Smart dan Speed,” pungkasnya.

Sebagai informasi dalam Raker BPPT 2019 ini akan dibahas terkait;

  1. Rancangan Teknokratis Renstra BPPT 2020-2024 menghasilkan Rancangan Teknokratis Renstra BPPT 2020-2024 yang berisi Sasaran Strategis dan  target kinerja Program dan Kegiatan yang  benar-benar dapat membawa BPPT berkontribusi besar pada pembangunan nasional.
  2. Perencanan dan Pengembangan SDM harus menghasilkan perencanan dan pengembangan SDM BPPT 2020-2024 sesuai dengan kebutuhan 5 tahun kedepan, baik dalam jumlah maupun kualifkasinya
  3. Penguatan kelembagaan melalui reformasi birokrasi, regulasi dan perundang-undangan
  4. Penugasan Nasional kepada BPPT. (Humas/HMP).

 

Cp. Biro Hukum Kerjasama dan Humas


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT