Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

PENGUKUHAN TIGA PROFESOR RISET BPPT

Hari ini, BPPT bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengukuhkan tiga Profesor Riset dengan tiga bidang yang berbeda. Yaitu Wimpie Agoeng Noegroho Aspar, profesor riset bidang teknik sipil, Herdis, profesor riset bidang fisiologi dan reproduksi ternak serta Witono Basuki, profesor riset bidang biokimia dan biologi molekuler. Dengan dikukuhkannya ketiga profesor riset ini maka BPPT sekarang memiliki 25 profesor riset. Profesor riset merupakan puncak karir jabatan fungsional pada jabatan fungsional Peneliti, jabatan fungsional terbesar kedua setelah perekayasa di BPPT, ungkap Kepala BPPT, Marzan A Iskandar dalam sambutannya pada Orasi Pengukuhan Profesor Riset BPPT, Jakarta (24/11).

Pengangkatan seorang peneliti utama menjadi profesor riset, lanjut Marzan, merupakan pengakuan dan kepercayaan terhadap keberhasilan seseorang dalam mengemban tugas penelitian dan sekaligus merupakan penghormatan atas pengangkatannya dalam jabatan peneliti utama. Tentu saja dengan diangkatnya profesor riset ini mempunyai implikasi terhadap tugas dan tanggung-jawab yang tinggi pula terhadap pengembangan, pengkajian dan penerapan teknologi, bersama-sama dengan para perekayasa. Gelar profesor riset merupakan incentives non material terhadap komunitas peneliti dan merupakan pengakuan resmi pemerintah dan negara. Oleh karena itu profesor riset diharapkan dapat lebih memacu peningkatan kualitas penelitian serta kualitas bimbingan kepada para peneliti yang lebih muda, terangnya.

Dikatakan pula oleh Marzan bahwa rumpun jabatan peneliti sejalan dengan tugas pokok BPPT yaitu melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi, yang mencakup kegiatan riset, pengembangan, perekayasaan, dan operasi. Disini terlihat bahwa Peneliti lebih banyak terlibat pada awal kegiatan teknologi yaitu riset dan pengembangan, sedang Perekayasa lebih banyak terlibat terutama mulai dari kegiatan pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian. Oleh karena itu kegiatan penelitian adalah komplemen dengan kegiatan perekayasan.

Wimpie Agoeng Noegroho Aspar, profesor riset bidang teknik sipil yang lahir di Pacitan 1959 silam dalam pengukuhan tersebut menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul Teknik Sipil dan Aplikasi Rekayasa Geoteknik pada Konstruksi. Dalam orasi tersebut dipaparkan mengenai aplikasi rekayasa geoteknik dalam konstruksi sipil secara umum dan kontribusinya dalam menunjang pembangunan di Indonesia. Sementara dari bidang fisiologi dan reproduksi ternak, profesor riset Herdis memaparkan orasi yang berjudul Penerapan Teknologi Inseminasi Buatan dalam Peningkatan Produktivitas Ternak Ruminansia Kecil di Indonesia. Melalui orasinya tersebut, dokter hewan yang pernah meraih juara pertama karyawan berprestasi BPPT pada 2002 lalu memaparkan mengenai aplikasi teknologi inseminasi buatan pada ruminansia kecil dalam upaya mengatasi masalah langka dan mahalnya ternak jantan unggul serta belum optimalnya efisiensi reproduksi betina.

Orasi ketiga disampaikan oleh profesor riset Witono Basuki dengan judul Prospek Penerapan Teknologi Enzim Glukosa Isomerase pada Industri Gula Fruktosa di Indonesia. Dalam orasinya, pria asal Kotabumi tersebut menjelaskan mengenai teknologi glukosa isomerase yang dapat digunakan dalam mengatasi kebutuhan gula di Indonesia. Mengingat menurunnya pasokan gula dunia serta semakin mahalnya harga gula.

Diharapkan kerjasama dan sinergi antar para pejabat fungsional dapat dibangun melalui wadah organisasi fungsional kerekayasaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Untuk itu pengukuhan profesor riset ini bukanlah sebagai terminal dari karier jabatan fungsional peneliti, tetapi justru dijadikan suatu tonggak awal untuk dapat berperan dalam mengkontribusikan kompetensinya secara lebih luas dalam pengembangan dan penerapan teknologi untuk pembangunan bangsa, tutup Marzan. (SYRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id