• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

MENJELANG KONGRES PERTAMA IKATAN AUDITOR TEKNOLOGI INDONESIA

Selama ini, BPPT sesuai dengan tupoksinya telah melakukan peran audit teknologi terutama di lingkungan institusi pemerintah. Namun, kebutuhan akan audit teknologi akhir-akhir ini semakin meningkat, karena selain tuntutan untuk membela kepentingan konsumen, juga karena adanya tuntutan faktor keamanan dan kesehatan, ungkap Kepala BPPT, Marzan A Iskandar pada acara Steering Commitee Kongres Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI) di BPPT, Rabu (8/6).

Tentu saja, lanjut Marzan, itu tidak bisa hanya dilakukan oleh BPPT yang dengan kewenangan terbatas untuk melakukan audit teknologi di lingkungan instansi pemerintah. Faktanya lingkungan swasta dan industri pun membutuhkan audit teknologi. Oleh karena itu, para stakeholder telah bersepakat untuk membentuk suatu lembaga yang bisa menghimpun sekaligus mengembangkan profesi auditor teknologi. Dan kedepannya melalui IATI ini diharapkan bisa memayungi profesi auditor teknologi yang bersertifikat, jelasnya.

Berkaitan dengan payung hukum pelaksanaan audit teknologi di Indonesia, Marzan mengatakan bahwa saat ini sedang dipersiapkan UU nya. Draft rancangan UU pengkajian dan audit teknologi saat ini sudah masuk progran legislasi nasional di DPR. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah dikeluarkan UU nya, ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi, Tatang A Taufik mengatakan bahwa Steering Committee tersebut merupakan pertemuan kedua dalam upaya mempersiapkan kongres I IATI. Pertemuan kali ini akan mendiskusikan persiapan akhir penyelenggaraan kongres. Terutama tentang penyelenggaraan rapat komisi dan harapan yang ingin dicapai dari kongres tersebut, katanya.

Kongres I IATI akan dilaksanakan pada 12-13 Juli 2011 mendatang di Auditorium BPPT. Target peserta yang akan hadir pada kongres tersebut yaitu sebanyak 400 orang yang terdiri dari berbagai kalangan baik dari kementerian teknis, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Lembaga Litbang Pemerintah dan Swasta, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta serta masyarakat umum.

Pembicara utama yang akan dihadirkan diantaranya yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Hatta Radjasa, Menteri BUMN, Mustafa Abubakar, Kepala BKPM, Gita Wirjawa, Ketua Umum PII, Said Didu dan Rahmat Gobel, Presiden Direktur National Gobel. Pada kongres tersebut akan dilakukan pula pemilihan formatur pengurus IATI 2011-2015.

Materi yang akan dibahas dalam kongres I IATI terbagi dalam empat komisi. Komisi A akan membahas tentang Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Tata Tertib Persidangan, komisi B akan membahas tentang Program IATI, komisi C membahas tentang Standardisasi, sertifikasi dan akreditasi audit teknologi serta komisi D akan membahas tentang Kelembagaan, perundangan dan kode etik auditor teknologi.

Harapannya dengan adanya kongres ini maka peran audit teknologi semakin diperhitungkan. Alasannya karena pertama melalui audit teknologi kita ingin masyarakat merasa aman dalam menggunakan produk teknologi. Kedua kita ingin memberikan keberpihakan kepada produk teknologi dalam negeri. Ketiga yaitu kita ingin memanfaatkan audit teknologi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang didasarkan pada peningkatan kemampuan teknologi. Dan yang tidak kalah pentingnya kita juga ingin mengembangkan profesi auditor teknologi di Indonesia sebagai profesi yang bisa diandalkan, tutup Kepala BPPT. (SYRA/humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT