• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

DIPERLUKAN, ANGKUTAN MASSAL PERKOTAAN

Bertujuan untuk menggalang komitmen nasiona dalam mendukung program Rancang Bangun Kereta Monorel untuk Angkutan Massa Perkotaan khususnya di DKI Jakarta, serta untuk menginventarisasi peran sesuai dengan kompetensi dari setiap stakeholder, dan mendorong rencana tidak terwujudnya kereta monorel di perkotaan, khususnya di Jakarta. Pusat Teknologi Industri Transportasi dan Sistem Transportasi (PTIST) BPPT mengadakan FGD (Focus Group Discussion), di BPPT (31/05). Turut hadir sebagai nara sumber, pembicara dari BAPPEDA DKI Jakarta, Bappenas, Kementerian Perhubungan dan PT INKA Madiun (Persero).

Dalam sambutannya, Kepala BPPT, Marzan A Iskandar mengatakan bahwa FGD ini merupakan mata rantai kegiatan implementasi dari Sistem Inovasi Nasional yang difokuskan pada topik pembangunan monorel di Jakarta. Tersendatnya pembangunan monorel, menyebabkan masyarakat menanggung kemacetan lalu lintas. Karenanya, kebutuhan akan monorel semakin meningkat, ucapnya.

Sejak tahun 2006 BPPT bekerjasama dengan PT INKA Madiun, merintis kegiatan rancang bangun kereta monorel. Berbagai upaya inovasi teknogi dan penguasaan rancang bangun teknologi kerta monorel, telah dilakukan. Hasilnya, desain badan kereta monorel kapasitas 7 penumpang per rangkaian dengan teknologi hybrid, selesai dilaksanakan. Desain yang terdiri dari empat kereta ini, semaksimal mungkin dikerjakan dengan menggunakan kemampuan industri dalam negeri, jelas Marzan.

Sementara itu menurut perwakilan Bappenas, Bambang Tri, isu yang dihadapi (Jakarta-red) saat ini adalah adanya mega urbanisasi di Jabodetabek. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah perjalanan dari Bodetabek ke Jakarta, yang menyebabkan semakin parahnya kemacetan yang berujung pada kerugian bahan bakar. Meningkatnya jumlah kendaraan juga ditandai dengan tingginya ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Strategi yang dilakukan adalah revitalisasi angkutan umum, seperti pengembangan kereta api sebagai tulang punggung angkutan umum kawasan metropolitan. Contoh lainnya adalah pengembangan Bus Rapid Transit dan Transport Demand Management, terang Bambang.

Solusi keterbatasan lahan

Mendesaknya kebutuhan akan angkutan massal di perkotaan, menurut Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Iskendar, sangat berpengaruh dengan faktor keterbatasan lahan. Dengan banyaknya gedung-gedung yang telah dibangun, lahan pun menjadi terbatas. Dibeberapa negara, Light Rail Train dan monorel, menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan penumpang sebesar 20 ribu sampai 30 ribu penumpang.

Bersama PT INKA, BPPT telah membuat empat unit bogie. Satu unit bogie telah digunakan untuk pengujian statis, satu unit untuk pengujian dinamis, dan dua unit lainnya untuk pembuatan prototipe monorel. Pengujian rangka bogie sendiri telah dilakukan di Balai Teknologi Kekuatan Struktur BPPT, ucap Iskendar. (KYRAS/humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT