Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

UNTUK TULISAN DAN GAMBAR YANG LEBIH BAIK

Bertujuan untuk menumbuhkan semangat menulis dan mengambil video, serta lebih meningkatkan kemampuan dalam penulisan dan pengambilan gambar, Bagian Humas, Biro Umum dan Humas BPPT mengadakan pelatihan satu hari tentang Menulis Artikel Ilmiah Populer dan Teknik Pengambilan Gambar Video di Gedung I BPPT, Selasa (10/05). Menghadirkan S Sahala Tua Saragih dan Dede Mulkan yang berpengalaman dibidang penulisan dan pengambilan gambar, pelatihan diikuti oleh perwakilan dari setiap unit di BPPT dan lingkungan Kementerian Ristek.

 

 

Dalam laporannya, Kepala Bagian Humas, Lucyana H Habibie menyampaikan pentingnya pelatihan ini, terutama bagi kalangan humas, untuk mensosialisasikan hasil-hasil kegiatan. Sebagai lembaga publik, BPPT berkewajiban memberikan informasi kepada masyarakat, tentang hasil-hasil kajian dan penelitian yang telah dilakukan BPPT, ucapnya.

Hal yang sama juga kembali ditekankan Kepala Biro Umum dan Humas BPPT, Hamir Hamzah, dalam sambutannya. Sebagai bentuk tanggung jawab BPPT kepada masyarakat atas dana yang telah diberikan pemerintah, setiap kegiatan penelitian dan perekayasaan wajib untuk diinformasikan kepada publik, baik melalui media massa maupun publikasi lainnya. Kemampuan menulis ilmiah dalam bahasa populer, penting dikuasai agar masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan hasil kajian ilmiah yang telah dilakukan, terang Hamir.

Menulis berita

 

Sebelum membuat tulisan, kita harus tahu dulu apa motif dan tujuan kita menulis. Itu awalnya. Menurut saya, penulis itu mempunyai peran yang luar biasa yaitu memberikan kontrol sosial, mencerdaskan, memperkaya, berbagi informasi serta menghibur. Tulisan kita, dibaca oleh orang-orang yang tidak pernah terbayang oleh kita sebelumnya, kata Sahala dalam paparannya.

Terkait maraknya perkembangan citizen jurnalism, Sahala menegaskan pentingnya fakta dalam berita. Jurnalisme warga atau citizen jurnalism, harus selalu mengungkapkan fakta, namun tidak semua fakta layak disiarkan. Penulis semestinya mampu memilah fakta apa yang bisa ditampilkan dan fakta apa yang tidak .

Untuk lembaga seperti BPPT, lanjut Sahala, yang paling cocok untuk mempromosikan hasil penelitian dan kajian ilmiah adalah dalam bentuk feature news dan opini. Topik-topik berat, dapat disajikan secara ringan, dengan bahasa-bahasa sederhana, agar dapat dimengerti oleh siapapun, jelasnya.

Membuat video

Dalam pembuatan film, terutama di televisi, hanya ada dua bahasa yang dipakai yakni Bahasa Gambar dan Bahasa Kamera. Dengan ini, penonton diseluruh dunia, akan mampu memahami jalan cerita meskipun tidak mengerti percakapan yang dipakai dalam film, kata Dede diawal presentasinya.

Bahasa gambar, lanjutnya, akan berhubungan dengan format gambar, sedangkan bahasa kamera akan berhubungan dengan gerakan kamera. Mengapa diperlukan bahasa khusus ketika proses produksi atau  pengambilan gambar berlangsung? Karena kegiatan produksi televisi merupakan kegiatan yang universal, jadi harus berlaku dan dapat dimengerti dimanapun, terang Dede.

Dede juga mengatakan, ada prinsip 5 C yang harus dipenuhi dalam produksi siaran TV: Close up, Camera angle, Composition, Cutting dan Continuity. Tiga C pertama, berfungsi untuk menghasilkan visual, sedangkan dua C terakhir yang akan merangkaikan gambar menjadi jalinan cerita yang menarik, jelasnya. (SYRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id