• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Sinergi dan Inovasi Guna Dukung Kebijakan Manajemen Krisis Covid-19

Dalam penanganan penanggulangan Covid-19 ini ada tiga hal yang saling mengkait yakni, kebijakan pemerintah (baik lokal maupun nasional), sikap masyarakatnya, dan yang juga tak kalah penting adalah peranan teknologi, kata Kepala BPPT Hammam Riza saat webinar series dengan tema Kebijakan Manajemen Krisis Covid-19 di Indonesia, Sudah Tepatkah? (30/07).

 

Hammam menyebut, kebijakan yang diambil pemerintah pada kasus ini memang agak berbeda karena kebijakan-kebijakan ini bukan dibuat pada masa normal yang stabil tapi di suatu masa krisis dimana keselamatan dan kesehatan warga menjadi taruhan seperti  kebijakan lockdown, PSBB dan sebagainya yang berdampak dengan perekonomian yang bisa bertumbuh negatif.

 

Pada masa Pandemi, BPPT menurutnya juga telah mengerahkan seluruh kemampuan guna dapat berkontribusi dalam penanggulangan penyebaran Covid-19, terutama  terkait dengan teknologi dan inovasi.

 

Dengan timeframe waktu yang cukup pendek guna menghasilkan solusi dan inovasi, BPPT tidak dapat bekerja sendiri, untuk itu BPPT berkolaborasi dan bersinergi dengan banyak pihak yang disebut dengan Penta Helix.

 

Melalui sebuah tim task force yang dinamai TFRIC-19 (Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk penanganan Covid-19) bertugas menginisiasi pengembangan solusi multi dimensi dengan dukungan perekayasa dan peneliti lintas disiplin, bahkan lintas institusi.

 

Misi utama TFRIC-19 adalah mengembangkan sebuah model solutif untuk mengatasi pandemi dengan mengedepankan konsep ekosistem untuk dapat mengakomodir kebutuhan berbagai teknologi. TFRIC-19 dibagi menjadi lima sub-task force, yang terdiri dari (1) tes nonPCR (Rapid Diagnostic Test Kit); (2) tes PCR (swab test); (3) sistem citra medis berbasis artificial intelligence (AI); (4) pemetaan whole genome sequencing untuk pengembangan obat dan vaksin; serta (5) sarana dan prasarana alat kesehatan, termasuk di dalamnya Lab Mobile BSL2 dan ventilator.

 

Dari kelima hal tersebut maka terbentuklah sebuah ekosistem dari teknologi yang dibutuhkan dalam melaksanakan testing, tracing, tracking, detecting, isolating, dan treating guna memutus penyebaran Covid-19.

 

Melalui kolaborasi dan sinergi dalam waktu yang singkat sekitar dua bulan, tidak saja berhasil menghasilkan prototipe dari kelima sub task di atas tapi juga sudah menghasilkan inovasi dari berberapa prototipe tersebut sehingga kebutuhan alat kesehatan dalam penanggulangan Covid-19 ini sudah dapat diproduksi massal di dalam negeri dan telah juga mendapatkan ijin edarnya.

 

Ini adalah momentum guna mengangkat Inovasi Indonesia, mulai dari pengembang inovasi, industri, hingga ke masyarakat, semuanya dari dalam negeri, pungkasnya. (Humas BPPT)

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT