• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

BPPT Luncurkan Alat Penditeksi Dini Tsunami

Sebanyak empat Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) atau alat pendeteksi tsunami yang dirancang BPPT telah terpasang di tahun ini dan diklaim lebih baik dari alat sebelumnya, kata Menteri Riset Teknologi/Kepala BRIN Bambang P S Brojonegoro, di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali (11/12).

 

Penditeksi tsunami yang baru ini memiliki sistem yang lebih baik dan aman dari kerusakan. Indonesia Tsunami Early Warning System ini, kami perbaiki dan membuat yang baru. Di mana BPPT ditugaskan, dan kebetulan BPPT bisa membuat versi yang diharapkan bisa mengurangi risiko perusakan, ujar Menristek Bambang.

 

Adapun kelebihannya sebut Bambang yakni, dapat menjaga kualitas, termasuk kecepatan dalam memberikan informasi peringatan dini terjadi potensi tsunami, yang dilihat dengan sensor di dasar laut dengan melihat perbedaan-perbedaan tekanan air.

 

Perbedaan alat peringatan dini tsunami yang lama dan baru, katanya, dapat dilihat dari bentuknya. Bentuk buoy lama menarik perhatian orang, sehingga gampang memicu perusakan dan digunakan tidak semestinya oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. 


Sedangkan alat peringatan dini tsunami baru sudah memperhitungkan hal tersebut, sehingga dijamin mampu menekan risiko perusakan, dan energi yang dihasilkan lebih tinggi dibanding sebelumnya, jelasnya.

 

Bambang berharap potensi kerusakan menjadi lebih sedikit dan sebagai pemicu bangsa Indonesia, bahwa kita bisa membuat alat-alat yang kita perlukan dengan kemampuan sendiri.

 

Sementara, Kepala BPPT Hamman Riza mengatakan, peluncuran alat peringatan dini tsunami Ina TEWS dilepas menggunakan kapal riset Baruna Jaya III milik BPPT.

 

Disebutkannya bahwa Ina TEWS akan dipasang di empat titik yang berpotensi gempa dan tsunami, yakni Selatan Kuta, Badung, Bali; Selatan Malang, Jawa Timur; Selatan Cilacap; dan Selat Sunda.

 

Selain memasang empat buoy, pihaknya juga akan memasang dua cable based tsunameter (CBT) di kawasan Gunung Anak Krakatau dan Perairan Mentawai.

 

Tahun 2019 ini BPPT memasang empat buoy tsunami dan dua alat deteksi tsunami berbasis kabel atau Indonesia Cable Based Tsunameter (Ina-CBT). Ina-CBT ini akan dipasang di lokasi sekitar Gunung Anak Krakatau sebagai bentuk mitigasi dan reduksi risiko bencana, agar dapat mengurangi korban jiwa dan kerusakan harta benda apabila terjadi letusan Gunung Anak Krakatau yang memicu adanya tsunami, pungkas Hamman. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT