• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, BPPT Dukung Pengembangan National Database and Research Center

Di tengah tantangan mengejar pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing industri nasional, Pemerintah tetap memperhatikan dan meningkatkan daya saing nasional melalui pembangunan yang merata dan berkeadilan, serta selaras dengan perlindungan terhadap lingkungan hidup.

 

Kesemua itu harus dapat dicapai dengan tanpa mengorbankan kepentingan lingkungan hidup, sehingga pembangunan bisa dicapai secara berkelanjutan (sustainable). Hal ini sejalan dengan sasaran pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goal yang sudah menjadi trend pembangunan global.

 

Terkait hal tersebut, BPPT melalui Pusat Pengkajian Industri Proses dan Energi bersama Indonesia Life Cycle Assessment Network (ILCAN) mengadakan seminar nasional dengan tema Implementation to Support National Green Industry Challenges, di Jakarta (07/11).

 

Sekretaris Utama BPPT Dadan Moh Nurjaman yang mewakili Kepala BPPT menyampaikan, saat ini konstelasi perdagangan dunia mensyaratkan sertifikat produk yang ramah lingkungan. Karena itu produk-produk lokal Indonesia yang berorientasi ekspor, rentan terhadap kebijakan global ini.

 

Dikatakan Dadan, kesadaran untuk melakukan Life Cycle Assessment (LCA) baik di privat sector maupun pemerintahan menjadi sebuah keharusan. Kedepan, Indonesia harus memiliki Life Cycle Inventory (LCI) sebagai basis data untuk perhitungan dan analisa kebijakan yang dibutuhkan yakni database information technology yang kuat dan aman untuk mendukung program nasional pemerintah, ungkapnya.

 

BPPT kata Dadan diharapkan dapat berkontribusi langsung dalam membangun pusat data nasional dan sebagai riset center, salah satunya untuk Life Cycle Assessment. Kita perlu menunjuk lembaga nasional yang bisa melakukan integrasi data-data tersebut dan bermanfaat guna mendorong industri nasional yang memenuhi persyaratan lingkungan.

 

Sementara Direktur Pusat Pengkajian Industri Proses dan Energi Adiarso disela acara tersebut mengatakan pentingnya kegiatan ini, karena tahun depan salah satu organisasi perdagangan dunia WTO akan menerapkan persyaratan dan kebijakan yang lebih ketat terkait global products wajib memiliki Environmental Product Declaration.

 

Karenannya kata Adiarso, perlu upaya antisipasi pasar diluar itu seperti apa agar produk kita bisa masuk ke pasar global. Sementara, Indonesia belum mempunyai lembaga yang secara formal menangani masalah tersebut, oleh sebab kita meniru negara-negara lain seperti Jerman dan Jepang yang sudah dulu mempunyai lembaga tersebut.

 

BPPT nantinya akan diusulkan menjadi lembaga seperti yang ada di negara Jerman dan Jepang tersebut. Pertemuan ini mengajak semua stakeholder agar bersama-sama bertukar pikiran dan berkontribusi di dalam membangun LCI/A National Database and Research Center. BPPT sebagai lembaga nasional non-kementerian yang begerak di bidang pengkajian dan penerapan teknologi siap untuk memikul peran strategis terkait hal tersebut, tutupnya.

 

Sebagai informasi, diacara tersebut juga ditandatangani Memorandum of Understanding (MOU) antara BPPT dan Indonesia Life Cycle Assessment Network (ILCAN) untuk kerjasama Development of Indonesian Life Cycle Inventory (IND-LCI) Database for Life Cycle Assessment (LCA) serta Letter of Intent (LOI) antara BPPT dengan GREENDELTA GmbH (Open Source OPENLCA) Jerman untuk capacity building membangun Software dan Life Cycle Inventory. (Humas/HMP)

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT