• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Pemkab Bantaeng Tandatangani Addendum PKS dengan BPPT

Bantaeng (14/08). Dalam rangka memperkuat sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan BPPT untuk pencapaian hasil yang lebih baik dalam mewujudkan dan memfungsikan Technopark di Kab. Bantaeng menjadi kawasan teknologi perbenihan/ bisnis perbenihan dan bisnis turunannya menjadi lebih kuat dan berdaya saing, telah dilangsungkan acara Penandatanganan Addendum Perjanjian Kerjasama antara BPPT dan Pemkab Bantaeng. Penandatanganan dilangsungkan di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Rabu Siang.

  
Dilaporkan oleh Kepala Bappeda Bantaeng, Muh. Dimiati Nongpa bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini dalam rangka memperkuat sinergitas antara BPPT dan Pemkab Bantaeng antara lain pelaksanaan pelatihan peningkatan kapasitas bisnis Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) yang diselenggarakan di Inkubator Dinas Koperasi, Penandatanganan Addendum Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Deputi TAB-BPPT dan Pemkab Bantaeng.

 
Selain itu juga Penyerahan permohonan hibah dari Bupati Bantaeng kepada Deputi TAB-BPPT, Penandatanganan PKS antara Direktur PTPP dan Kepala Dinas Perikanan Toraja Utara, serta Penyerahan secara simbolis benih ikan nila produksi Balai Benih Ikan Rappoa Bantaeng sebagai pembina teknis PPBT kepada Sekda Bantaeng yang selanjutnya diserahkan kepada Pemkab Toraja Utara.

  
Sekretaris Daerah Bantaeng, Abdul Wahab yang pada kesempatan itu mewakili Bupati Bantaeng, menyambut baik kunjungan kerja rombongan BPPT ini. Dikatakan bahwa konsen RPJMD Kab. Bantaeng berfokus pada pengembangan SDM. Dengan harapan bahwa pembangunan infrastruktur yang telah dibangun oleh para pendahulu akan semakin bermanfaat bila diseimbangkan dengan SDM yang berkualitas.

"Kami tentu menyambut baik kegiatan ini yang mana sleuruh peserta pelatihan dapat mengembangkan ilmu dan menjdi mitra BPPT Bantaeng. Mohon arahan, bimbingan dan masukan konstruktif kepada kami semua", ujarnya.

  
Sementara itu, Deputi Kepala Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB-BPPT), Soni Solistia Wirawan menyebutkan bahwa penandatanganan addendum ini guna percepatan pengembangan Technopark Bantaeng. Dikatakannya bahwa Technopark ini dimulai tahun 2015 ketika Bapak Presiden Jokowi membuat program seratus Technopark di Indonesia dalam lima tahun.

 
"Ini adaIah tahun terakhir dan memang membentuk Technopark tidaklah mudah, karena Technopark sendiri definisinya adalah taman teknologi. Namun kami ingin membuat sesuatu yang menghasilkan dan bisa menggulirkan ekonomi pada lingkungan sekitar. Dan Bantaeng menjadi satu dari tiga daerah yang dianggap berhasil Technoparknya", ungkapnya. 


Ditambahkannya bahwa BPPT berharap dapat melanjutkan kerjasama dengan Kabupaten Bantaeng dalam pengembangan Technopark. Namun sebelumnya akan dilakukan closing terlebih dahulu, mengingat ini adalah tahun terakhir.


Turut hadir pada acara tersebut yakni Kepala Biro Hukum, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat BPPT, Ardi Matutu, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT, Dudi Iskandar, Kepala Bagian Pengelolaan BMN, Biro Umum Setama BPPT, Budiono, Kadis Perikanan dan Kelautan Bantaeng, Rita Pasha, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Bantaeng, Meyriani Madjid, serta para Kepala SKPD dari Pemerintahan Kabupaten Toraja Utara. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT