Print

Kepala BPPT Paparkan Capaian dan Evaluasi Kinerja BPPT Triwulan I 2019

Kepala BPPT Hammam Riza, sampaikan capaian serta evaluasi kinerja BPPT selama triwulan I di Tahun 2019. Acara ini juga menandai 100 Hari Kerja Hammam dalam menahkodai BPPT dengan membawa semangat baru, yakni BPPT Solid, Smart, Speed.

 

"Pemaparan capaian kegiatan inovasi teknologi BPPT triwulan I merupakan upaya dalam melakukan langkah percepatan pelaksanaan program pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat, stakeholder BPPT maupun seluruh mitra BPPT yang selama ini bekerjasama dalam rangka pencapaian hasil yang maksimal," terang Hammam kepada para peserta acara di Gedung Auditorium BPPT, Jakarta, Kamis (09/05).

 

Melanjutkan paparan, Hammam mengungkapkan sejak dilantik sebagai kepala BPPT pada tanggal 30 Januari 2019, BPPT dihadapkan pada  era revolusi industri 4.0 yang merupakan suatu momentum bagi BPPT, melalui perannya untuk menjadikan Indonesia berdaya saing dan berdaulat berbasis iptek sehingga Indonesia menjadi mandiri, maju, adil dan makmur.

 

"Untuk menuju kesana, BPPT harus bekerja lebih keras, harus fokus dalam melakukan penguatan kelembagaan, pemberdayaan SDM dan flagship serta penguatan inovasi dan layanan teknologi. Karenanya dibutuhkan BPPT yang Solid, Smart dan Speed," ujar Hammam bersemangat.

 

Selama 100 Hari Kerja ini, Hammam menyebut bahwa BPPT telah berhasil menerapkan inovasi teknologi yang merupakan bagian dari program flagship BPPT. Program ini juga dikerjakan bersama dengan mitra BPPT, baik dari rekan kementerian/lembaga, industri, swasta, hingga perguruan tinggi.

 

 

"Dari awal saya mendapat amanah sebagai Kepala BPPT, saya langsung speed. Saya berikan mereka tantangan untuk bisa fokus pada satu program, tentunya program yang memiliki dampak secara nasional. Terbukti! 100 Hari Kerja saya, banyak inovasi BPPT yang digunakan oleh mitra, sebut saja PLT Biogas Pome di Riau, PLTSa Merah Putih di Bantar Gebang, hingga yang terbaru yakni peletakan BUOY Merah Putih di Krakatau sebagai langkah awal pembangunan mitigasi bencana terintegrasi untuk Indonesia," sebut Hammam.

 

Beberapa program Inovasi BPPT lainnya:

1. Inovasi e-ID

Bekerjasama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri, BPPT lakukan pengembangan lebih lanjut dari KTP-el, yakni e-ID. Inovasi ini akan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah maupun swasta dengan menggunakan identitas asli dirinya dari mana saja dan dimana saja.

2. Micro Grid

BPPT dan Pemerintah DKI Jakarta siap membangun Sistem Koneksi Jaringan Kelistrikan Microgrid di Pulau Pramuka, Untuk menjadikan Kepulauan Seribu sebagai centre of Excellence for Renewable Energy Implementation in small Islands di Indonesia.

3. Teknologi Modifikasi Cuaca

Teknologi modifikasi cuaca merupakan salah satu upaya Pemerintah mencegah timbulnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kami siap berkoordinasi dengan BNPB serta dukungan TNI AU, mengoptimalkan pemanfaatan TMC dalam memadamkan titik api di wilayah Riau.

4. PLT Biogas POME

Pilot Project PLT Biogas POME merupakan upaya pemanfaatan limbah cair kelapa sawit menjadi energi ini juga sebagai bentuk optimalisasi dari kata kunci waste to energy. Pilot plant ini memiliki kapasitas 700 - 1.000 kW karena baru olah 50% POME yang dihasilkan. PLT Biogas POME di PKS Terantam ini berpotensi menghasilkan  listrik dengan kapasitas 2 MW.

5. PLTSa Pertama di Indonesia

PLTSa Merah putih ini dibangun dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 100 ton per hari, dan akan menghasilkan listrik sebagai bonus sebanyak 700 kilowatt hour. PLTSa ini diharapkan bisa sebagai percontohan untuk solusi atas masalah sampah di kota2 besar di Indonesia.

6. Komersialisasi Rubber Airbag

BPPT berhasil melakukan rekayasa teknologi material, dengan menghadirkan inovasi produk rubber airbag, yang memanfaatkan komoditi karet alam lokal. Inovasi rubber airbag dapat menjadi awal bagi kebangkitan industri karet dalam negeri. Khususnya mendukung bidang industri perkapalan dan kemaritiman.

7. BUOY Merah Putih

Pemasangan BUOY Merah Putih Di  Kawasan Gunung Anak Krakatau merupakan momentum bagi Indonesia. Untuk menerapkan early warning system secara nasional. BPPT menargetkan 3 fase pembangunan BUOY dan Cable Based Tsunameter, sebagai upaya untuk memberikan data peringatan dini tsunami yang handal.

 

Sebelum menutup paparan, Kepala BPPT meminta komitmen seluruh pegawai, tidak hanya pihak manajemen saja, namun hingga ke staff teknis, untuk mewujudkan visi misi yang ada di dalam renstra  BPPT, yakni menjadi lembaga unggulan teknologi dalam pengkajian dan penerapan teknologi untuk meningkatkan daya saing menuju kemandirian bangsa.

 

"Pemerintah sudah mulai percaya dengan hasil kerja BPPT, kita sudah dilibatkan dan diberikan penugasan nasional. Ini harus kita kawal! Kita balas kepercayaan mereka dengan hasil inovasi teknologi BPPT, menjadikan Iptek sebagai penghela pembangunan ekonomi Indonesia," pungkas Hammam. (Humas/HMP)