• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Setama BPPT Gelar FGD, Harmonisasikan Serta Pertajam Hasil Kerja Raker BPPT Tahun 2019

Bogor – bppt.go.id - Kepala BPPT, Hammam Riza, beri amanat khusus kepada unit kerja di lingkungan Sekretariat Utama (Setama) BPPT dalam Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Hasil Rapat Kerja BPPT Tahun 2019 di Lingkungan Sekretariat Utama BPPT, Bogor, Minggu, (21/04).

 

“Hasil dari empat Kelompok Kerja (Pokja) Raker BPPT Tahun 2019 lalu itu driver-nya ada di Setama BPPT semua. Penting bagi Setama untuk melakukan harmonisasi, karena Setama harus benar mengartikan hasil Pokja tersebut,” ujar Hammam mengingatkan para peserta FGD.

 

Melanjutkan amanat, Kepala BPPT menyebut Pokja 1, mengenai Rencana Strategis Teknokratris, dimana driver-nya adalah Biro Perencanaan dan Keuangan (Rorenkeu) yang mempunyai peran sentral dalam menentukan arah serta peran BPPT di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

 

“Rorenkeu ini harus mengawal program flagship BPPT sehingga bisa menembus penugasan nasional, karena semua kedeputian di BPPT sudah siap dengan flagship-nya masing-masing. Saya juga minta segera lakukan resolusi dalam pengelolaan keuangan BPPT. Kita ubah pemahaman penganggaran menjadi berbasis impact dan outcome sebuah program secara nasional, bukan cost effectiveness lagi,” detil Kepala BPPT

 

Lalu Pokja 2, mengenai pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dimana Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) menjadi driver utama dituntut untuk mempersiapkan postur sumber daya manusia (SDM) yang menudukung program Flagship BPPT.

 

Human Centric Innovation, SDM sebagai human capital. Ini tidak henti-hentinya saya ingatkan, karena inovasi itu digerakkan oleh SDM, dan teknologi hanya alat untuk mempermudah mencapai tujuan. Jadi saya titip kepada Biro SDMO untuk melanjutkan program Reformasi Birokrasinya, dan segera melaksanakan sistem merit,” pinta Kepala BPPT.

 

Tidak kalah penting, Pokja 3 yang fokus dengan kelembagaan. Biro Hukum, Kerjasama, dan Humas (HKH) diharapkan dapat menjadi juru mudi dalam memperkuat BPPT menjadi lembaga yang solid di bidang pengkajian dan penerapan teknologi.

 

“HKH harus mampu melakukan deregulasi peraturan yang tidak efektif, dan segera melakukan harmonisasi peraturan pemerintah. Kita harus menjadi lembaga yang solid, tidak hanya ke luar namun juga ke dalam. Memainkan peran BPPT sesungguhnya sebagai satu-satunya lembaga pemerintah yang berada di ujung proses hilirisasi teknologi,” harap Kepala BPPT.

 

Pokja 4, atau yang terakhir, mengenai penugasan nasional, harus dipandu juga oleh Biro HKH dalam hal perundang-undangan mengenai penugasan nasional. Hubungan dengan mitra strategis juga harus diperkuat melalui kerjasama yang berujung pada komersialiasi teknologi. Tentu tidak melupakan peran Biro Umum disemua lini Pokja.

 

“Program Flagship BPPT juga tak akan berjalan smooth apabila tidak didukung dengan sumber daya yang mumpuni, dan ini peran dari Biro Umum sebagai driver dalam menunjang penugasan nasional ini,” terang Kepala BPPT.

 

Kepala BPPT juga menekankan kepada Pusat Manajemen Informasi yang juga berkoordinasi dengan Setama untuk segera merampungkan Knowledge Management System (KMS) serta konektivitas semua sistem di BPPT.

 

Knowledge management system itu bukan sebuah opsi lagi, namun sudah menjadi kewajiban. Ini berhubungan dengan hasil kerekayasaan dan survey BPPT yang tidak jelas dimana keberadaannya. Seharusnya KMS ini bisa menjadi legacy bagi insan teknologi penerus tidak hanya di BPPT namun bagi Indonesia,” pinta Kepala BPPT.

 

Kepala BPPT secara terbuka men-chalenge Setama untuk mampu memberikan capain ber-impact nasional pada tahun 2019 ini. Dirinya merasa KMS serta SPBE dapat masuk ke kategori tersebut.

 

“BPPT haruslah menjadi lembaga yang solid baik internal dan eksternal, salah satunya dengan penerapan SPBE. Saya tidak mau kita hanya sebagai lembaga yang mengajarkan SPBE saja. Saya mau kita melaksanakan SPBE di dalam proses bisnisnya. Kita fokus transformasi digital di rumah sendiri, yakni di BPPT,” tegas Hammam.

 

Di akhir Hammam mengungkapkan Setama adalah role model bagi semua kedeputian di BPPT. Semua mainstream bisnis ada disini, apabila orang lain melihat bagaimana kinerja BPPT, pastilah mereka melihat kepada Setama dalam menjalankan misinya, yakni melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik.

 

“Jujur saya sampaikan, kunci dari BPPT Solid Smart Speed itu ada di Setama. Maka saya mengharapkan kinerja kalian untuk dapat merealisasi perubahan tersebut. Perubahan yang mampu membawa BPPT sebagai penghela pembangunan ekonomi nasional,” ujar Kepala BPPT bangga.

 

Laporan Sekretaris Utama BPPT

 

Dalam kesempatan yang sama Plt. Sekretaris Utama BPPT, Gatot Dwianto, melaporkan FGD ini diikuti oleh 130 peserta yang terdiri dari unit kerja di lingkungan Setama maupun dalam koordinasi Kepala BPPT.

 

“Dalam FGD kali ini, kita akan melanjutkan dan memantapkan hasil rumusan pokja Raker BPPT 2019 ke dalam tahap yang lebih detil dan aplikatif. Jadi kita undang semua unit kerja yang menjadi focal point dari kegiatan tersebut,” ujar Gatot.

 

Dilanjutkan olehnya, Reformasi Birokrasi, Sistem Merit, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Sistem pengelolaan asset dan barang milik negara, serta penguatan kelembagaan merupakan amanat yang diberikan kepada Setama BPPT, dan Kita harus siap menunjukkan kinerja yang terbaik.

 

“Amanat dari Kepala BPPT kepada Setama harus kita laksanakan dengan baik, karena Setama merupakan tulang punggung dari BPPT. Motor penggerak proses bisnis BPPT seperti yang diutarakan Kepala BPPT,” terang Gatot.

 

Dirinya mengungkapkan tugas Setama BPPT makin berat di tahun 2019 ini, jadi seluruh komponen harus berkoordinasi dan menyatukan tujuan untuk mencapai misi BPPT yang ketiga, yakni melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi.

 

“Saya mengapresiasi seluruh unit kerja di SETAMA BPPT, yang telah sudah bekerja keras selama ini. Saya yakin, rekan-rekan semua sudah autopilot, tidak bekerja by order lagi. Sudah paham jobdesc-nya masing dalam mencapai tujuan besar BPPT,” tutupnya. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT