Print

Kepala BPPT: Terapkan Layanan Digital Untuk Layanan Prima Pusyantek

Kepala BPPT, Hammam Riza, membuka Rapat Evaluasi Kinerja dan Penyusunan Program Pusyantek 2020-2024 dengan tema “Peningkatan Kinerja dan Layanan Prima BLU Melalui Penyempurnaan Tata Kelola dan Penguatan SDM”.

Dalam arahannya, Kepala BPPT, Hammam Riza menekankan pentingnya semangat #BPPTSolidSmartSpeed bagi Pusyantek sebagai gerbang utama layanan teknologi. Pusyantek dapat mengimplementasikan semangat Solid dalam bentuk kerjasama yang sinergis dengan Unit Kerja Teknis melalui pelayanan teknologi kepada mitra. Pusyantek juga dapat mengimplementasikan semangat Solid bersama dengan Unit Kerja Teknis dalam menjalankan peran BPPT seperti Komersialisasi, Alih Teknologi, Intermediasi dan Audit Teknologi.

Semangat Solid lainnya dapat diwujudkan Pusyantek melalui dukungannya pada Program Flagship BPPT dengan memberikan masukan produk teknologi dengan basis Demand Driven Innovation yang dikerjakan melaui lintas unit kerja dan lintas kedeputian. Selain itu Pusyantek juga dapat berperan dalam program flagship dengan mencarikan mitra strategis yang berpotensi mengaplikasikan produk inovasi hasil program flagship, melakukan valuasi teknologi, patent landscaping, komersialisasi dan pengembangan jaringan kerjasama.

“Kerjasama yang sinergis antara Pusyantek dengan Unit Kerja Teknis lintas kedeputian dalam Program Flagship dapat menjadikan Inovasi sebagai salah satu penghela utama perekonomian nasional. Ini merupakan representasi semangat BPPT Solid,” ujar Hammam disambut meriah peserta Rapat Evaluasi Kinerja Pusyantek yang bertempat di Aston Sentul, Kamis (11/04).

Lebih lanjut Kepala BPPT menjabarkan pentingnya SDM yang smart dalam pelayanan teknologi. Sebagai gerbang utama pelayanan teknologi, Pusyantek juga harus terus berinovasi. Terus bergerak menjadi yang terbaik. Hasil yang luar biasa dapat dicapai dengan cara yang tidak biasa. SDM nya harus Smart, bekerja secara efektif dan efisien serta mudah beradaptasi agar selalu menghasilkan penigkatan kualitas kerja. Kita tidak akan bisa memenangkan persaingan kalau terus-menerus bekerja secara rutin alias business as usual. Kita tak akan menjadi yang terbaik kalau terus-menerus melakukan hal yang sama. Kita harus berinovasi agar layanan yang kita berikan menjadi yang terbaik. Mitra semakin puas dan loyal. BPPT semakin berperan dan dibutuhkan.

“Saya berharap Pusyantek terus meningkatkan perannya dalam penguatan SDM. Sebagai penggerak inovasi. SDM yang Smart dapat mewujudkan marwah besar BPPT sebagai lembaga unggulan kaji terap teknologi di Indonesia. Ini yang disebut dengan BPPT Smart,” tegas Hammam.

Kedepannya, komersialisasi dan layanan teknologi melalui Pusyantek akan terus saya dorong agar hasil-hasil inovasi BPPT dapat dirasakan manfaatnya oleh Pemerintah, BUMN, Swasta dan masyarakat luas sesuai nilai Speed dalam tagline BPPT Solid Smart Speed.

Kepala BPPT juga menyoroti pentingnya penerapan layanan digital di Pusyantek. Selain untuk mempercepat layanan prima, layanan digital juga mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.