• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kepala BPPT : Tingkatkan Peran Iptek Guna Daya Saing Dan Kemandirian Bangsa

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza secara resmi membuka gelaran Rapat Kerja BPPT Tahun 2019 dengan tema Penguatan Kelembagaan, Pemberdayaan SDM dan Penajaman Program Kita Tingkatkan Peran BPPT dalam RPJMN 2020-2024 di Auditorium Gedung BPPT, Jakarta (12/03).

 

Dalam sambutannya Kepala BPPT mengatakan bahwa rapat kerja kali ini merupakan suatu hal yang penting dalam menentukan kebijakan, terutama dalam upaya meningkatkan peran dan kontribusi BPPT dalam pembangunan nasional guna peningkatan daya saing nasional dan kemandirian bangsa.

 

Dikatakannya, rapat kerja BPPT kali ini juga sangat penting dalam menentukan langkah BPPT kedepan, karena tahun 2019 ini merupakan akhir dari RPJMN 2015-2019 dan awal dari penyusunan Rancangan RPJMN 2020-2024.

 

Kebijakan dan keputusan yang kita ambil dalam Raker BPPT 2019, akan menjadi dasar seberapa besar BPPT akan berkontribusi dalam pembangunan nasional pada lima tahun mendatang dan mempercepat terciptanya Indonesia berdaya saing dan berdaulat berbasis iptek, ujar Hammam.

Kebijakan Making Indonesia 4.0 yang telah dicanangkan pemerintah dalam rangka memasuki era revolusi Industri 4.0, menurut Hammam memerlukan berbagai kesiapan yang holistik mulai dari pembangunan dan penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pembangunan dan penguatan sektor iptek, kebijakan dan regulasi pendukung.

 

Selain itu lanjut Hammam, seluruh kegiatan BPPT harus  berdasarkan pada Demand Driven Innovation sehingga hasil produk inovasinya dapat termanfaatkan sesuai kebutuhan pengguna baik industri, instansi pemerintah maupun masyarakat luas secara cepat sesuai nilai Speed dari tagline BPPT Solid, Smart dan Speed.

 

Dikesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan bagaimana mempercepat Indonesia menjadi negara maju yang bertumpu tidak hanya pada sumber daya alam.

 

Dengan demikian menurutnya, peran Iptek menjadi lebih dibutuhkan, dibandingkan hanya bertumpu pada sumber daya alam saja, pemerintah sudah selayaknya memberikan perhatian lebih untuk sektor industri, diversifikasi ekonomi yang sejauh ini masih sangat tergantung kepada sumber daya alam.

 

Lanjut Bambang, jika Indonesia ingin menjadi negara industri maka perlu peran Iptek yang tidak lagi menjadi opsi tetapi merupakan suatu keharusan dan mempunyai sektor keunggulan.

 

Diharapkan dengan adanya rapat kerja BPPT ini dapat memberikan solusi kepada masyarakat dalam meningkatkan daya saing bangsa, jelas Bambang.

Sementara, Direktur Jendral Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Jumain Appe yang mewakili Menteri Risetdikti mengatakan, peran BPPT sangat penting dalam pembangunan nasional serta meningkatkan nilai tambah daya saing dan kemandirian bangsa.

 

Ini adalah salah satu tugas yang sangat penting bagi BPPT, menurutnya karena kita akan menghadapi era baru yakni ekonomi yang berbasis pada iptek dan inovasi.

BPPT mempunyai peran yang sangat besar dalam transformasi teknologi dan industri.  diharapkan transformasi ini akan mendorong industri kita memiliki daya saing yang tinggi, tutup Jumain. (Humas/HMP)

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT