• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Terapkan Inovasi, BPPT Teken Kontrak Kerja Sama dengan BPS dan PT. Chevron Pacific Indonesia

BPPT melalui Pusat Pelayanan Teknologi (Pusyantek) lakukan penandatanganan kontrak kerjasama dengan Badan Pusat Statistik  ( BPS ) dan PT. Chevron Pasific Indonesia, Jakarta, Senin (28/01/19).

 

Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam ( TPSA ) BPPT Hammam Riza, dalam sambutannya mengatakan bahwa kerjasama BPPT dengan pihak industri maupun lembaga pemerintah menjadi penting saat ini, karena hasil-hasilnya akan digunakan langsung  pada kebutuhan industri maupun pada tataran kebijakan. 

 

 

BPPT sebagai lembaga Nasional disebut Deputi TPSA, telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi yang juga telah diterapkan oleh mitra lainnya. Kali ini imbuhnya, inovasi BPPT dalam hal ini Deputi TPSA, yang dikerjasamakan untuk diterapkan adalah teknologi remediasi untuk mengolah cemaran minyak yang bekerjasama dengan PT Chevron, serta inovasi teknologi Kerangka Sampel Area yang menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS), untuk memprediksi potensi panen tanaman tertentu.

 

“Kami BPPT sangat bersyukur, dilakukan penandatanganan dua kontrak kerja, pertama adalah dengan Chevron dalam layanan pekerjaan deliniasi. Kontrak kedua adalah dengan BPS untuk layanan pekerjaan penyempurnaan kerangka sampel area padi, pembangunan dan uji implementasi kerangka sampel area untuk produksi jagung serta rencana uji implementasi KSA untuk kedelai,” katanya usai penandatanganan di Kantor BPPT, Jakarta.

 

Kedua pekerjaan ini diuraikan olehnya juga merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang telah sukses dilakukan di tahun sebelumnya.

 

“Tahun lalu BPPT dengan Chevron telah melakukan uji fitoremediasi di beberapa demplot lahan tercemar minyak, yang berhasil menurunkan cemaran minyak sampai level yang ditolerir di peraturan baku mutu. Demikian juga KSA, tahun lalu telah sukses kerjasama dengan BPS dalam menghitung produksi panen padi Nasional,” jelasnya. 

 

Lebih lanjut  Deputi Hammam berharap semoga kerjasama dengan Chevron dan BPS ini dapat berjalan dengan baik. Dirinya pun mengharap kerjasama dengan Chevron menghasilkan data yang akurat, untuk selanjutnya dapat diputuskan rencana aksi yang konkrit dalam mengatasi pencemaran minyak di lokasi Chevron.

 

“Semoga rencana aksi konkrit ini pun, dapat ditiru oleh perusahaan perusahaan lain yang bergerak dalam bidang Migas.  Untuk kerjasama dengan BPS dalam penerapan KSA, saya berharap hasil yang diperoleh dapat akurat seperti yang telah diterapkan untuk tanaman padi, sehingga pemerintah dalam menentukan produksi jagung nasional bisa lebih tepat untuk mendukung kebijakan nasional seperti kebijakan perlu tidaknya impor jagung,” pungkasnya. 

 

Kerjasama Swakelola

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusyantek BPPT, Yenny Bakhtiar mengatakan bahwa ada empat perjanjian kerjasama dengan BPS yang sifatnya adalah swakelola.

 

Dengan Badan Pusat Statistik (BPS) imbuhnya, kerjasama yang dilakukan adalah; Pertama, kerjasama Uji Implementasi Aplikasi Kerangka Sampel Area Untuk Komoditas Jagung. Kedua  , Penyempurnaan Dan Pemutahiran Frame Kerangka Sampel Area Padi. Ketiga adalah Pembangunan Kerangka Sampel Untuk Kerangka Sampel Area (KSA)  Komoditas Jagung. Keempat adalah Uji Akurasi Metode Kerangka Sampel Area Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle Uav (Drone).

 

“Kerjasama dengan PT. Chevron Pacific Indonesia adalah Perjanjian Kerjasama Kuasa Swakelola untuk  pekerjaan Deliniasi Paket A. Saya ucapkan terimakasih kepada BPS dan PT. Chevron, semoga kerjasama ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kita semua,” tutupnya.

 

Sementara, Direktur Statistik Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan BPS, Hermanto, menjelaskan dukungan BPPT dan teknologinya sangat mendukung dalam penyediaan data statistik dalam memperoleh data yang lebih objektif untuk melihat komoditas padi/tanaman pangan di Indonesia.

 

"Dengan dukungan teknologi dari BPPT diharapkan data-data yang diperoleh dapat lebih akurat lagi dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

 

Menambahkan pernyataan, General Manager Environment & Foresty Advocacy Chevron Agapitus Rustriwidodo mengatakan kontrak kerja sama ini sebagai awalan kerja sama yang bagus dengan BPPT dalam hal industri perminyakan dengan dukungan teknologi yang ada.

 

"Semoga kedepan peran BPPT dalam industri perminyakan dapat berperan signifikan dalam pengembangan terobosan teknologi khususnya untuk eksplorasi di laut dalam," lugasnya.(Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT