Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

2019 Jadi ASN: Tidak Ada CPNS Titipan, Bersih!  (II)

  

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT baru saja menyelesaikan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 yang bertempat di Gedung Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta Timur, 30 Oktober - 2 November 2018.

 

Diungkap Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi BPPT Suratna menjelaskan, total 225 formasi yang dibuka ini sebagian besar (85%) untuk fungsional perekayasa, sedangkan sisanya (15%) untuk jabatan lainnya, terdiri dari peneliti, analisis kepegawaian, dan lainnya yang mendukung pelaksanaan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam lingkungan BPPT.

 

 

“BPPT Seleksi 4702 Peserta Untuk Isi 225 Formasi,” rincinya di Jakarta Jumat (02/11).

 

Seleksi penerimaan sendiri menurut Suratna, berlangsung selama empat hari, dimulai dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), dan dibagi kedalam empat sesi.

 

"Menurut data yang kami punya, total 4702 peserta mendaftar untuk formasi yang ada. Saya berharap jumlah ini dapat mencukupi untuk seleksi selanjutnya, tes kompetensi bidang, yaitu tiga peserta terbaik hasil CAT untuk tiap formasi," terang Suratna.

 

Lebih lanjut Suratna mengungkapkan BPPT mendapatkan peran audit teknologi dalam pelaksanaan seleksi CPNS se-Indonesia. Selain itu hal yang berkaitan dengan sistim informasi dan teknologi informasi juga diberikan kepada BPPT.

 

"BPPT telah mendampini sejak awal mula sistem CAT ini digunakan pada tahun 2012 hingga pelaksanaan tahun ini. Peran BPPT ini mendapatkan apresiasi yang mendalam dari banyak stakeholder penerimaan CPNS se-Indonesia," jelasnya.

 

Suratna juga berterima kasih kepada tim penerimaan CPNS BPPT, rekan-rekan BKN, dan Aparat Kepolisian yang telah membantu jalannya seleksi. Terlebih untuk para peserta yang sudah mau bekerja sama bersama kami selama empat hari ini.

 

"Semoga dari seleksi tahun ini BPPT mendapatkan generasi terbaik bangsa untuk membangun kapasitas ASN yang produktif, berorientasi melayani masyarakat, dan mempunyai integritas untuk membangun bangsa," harap Suratna.

 

CAT Terbesar Dalam Sejarah.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, menerangkan bahwa secara keseluruhan proses seleksi CPNS ini dari sisi jumlah merupakan terbesar yang pernah Indonesia lakukan, yaitu sebanyak 230.015 peserta ujian CAT.

 

"Dengan skala yang masif, hampir semua instansi pemerintah mendapatkan formasi. Ini merupakan sebuah tantangan yang besar untuk BKN," ungkap Bima.

 

Bima menegaskan Sistem CAT sendiri banyak membantu dari segi waktu dan biaya, terlebih sistem ini telah terbukti akuntabel dan transparan.

 

"Saya berharap dengan penerapan sitem CAT, masyarakat tidak ada yang merasa dirugikan," tegasnya.

 

Lebih lanjut dirinya menerangkan dari pantauan pelaksanaan tes, banyak peserta yang merasa soal yang dikerjakan lebih sulit dibandingkan tahun sebelumnya.

 

"Mungkin yang memenuhi passing grade akan lebih sedikit. Apakah mungkin nanti ada kekosongan formasi atau tidak, kita akan melakukan evaluasi di panitia seleksi pusat," ujarnya

 

Bima menambahkan, dengan soal yang lebih sulit ini dipastikan lulusan berkualitas baik.

 

"Peserta yang lulus passing grade tahun 2018 ini merupakan anak-anak bangsa brilian yang kelak menerima tongkat estafet untuk membangung bangsa," pungkas Bima. (Humas/HMP)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id