Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

KR Baruna Jaya I BPPT Lakukan Operasi Bakti Teknologi dan Bakti Sosial Untuk Palu dan Donggala

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kirim Kapal Riset Baruna Jaya I lakukan operasi bakti teknologi dan bakti sosial untuk membantu korban bencana di Palu dan Donggala, Rabu (03/10). Operasi yang akan berlangsung selama dua puluh hari ini, direncanakan membutuhkan waktu selama 5 hari untuk mencapai lokasi bencana.

 

Sekretaris Utama BPPT, Wimpie A. Noegroho mengucapkan terima kasih atas dipercaya BPPT untuk membantu pengiriman bantuan kemanusiaan dengan menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya I BPPT.

 

“Bantuan dari instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat telah kami angkut semua. Kami siap mengemban amanah untuk mengantarkannya kepada korban bencana di Palu dan Donggala,” ujar Wimpie dalam acara Pemberangkatan KR Baruna Jaya I di Pelabuhan JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara.

 

Selain misi bakti sosial, Wimpie mengungkapkan, BPPT juga mengemban misi bakti teknologi yaitu Survei Batimetri di lima titik gempa Palu, tak terkecuali bagian yang terdampak likuifaksi. Kapal Riset Baruna Jaya I sengaja dikerahkan karena telah dilengkapi dengan multi beam echo sounder yang mempu memetakan kedalam laut hingga 11.000m, side scan sonar, hingga remotely operated vehicles (ROV) yang dibutuhkan untuk mendapatkan gambaran morfologi secara langsung laut Palu dan sekitarnya.

 

 “Dengan survei batimetri kita bisa mengetahui data terakhir bawah laut akibat gempa yang terjadi. Selanjutnya data kebumian ini akan dijadikan dasar untuk menentukan langkah selanjutnya untuk menentukan potensi bencana yang akan terjadi, maupun tindakan pencegahannya," ujar Wimpie.

 

Kegiatan survei sendiri direncanakan akan berlangsung hingga 10 hari, dengan total 12 perekayasa/peneliti yang berasal dari BPPT, IAITB, LIPI, dan KKP.

 

Wimpie menambahkan BPPT juga menyumbangkan teknologi Air Siap Minum (Arsinum) yang sebelumnya telah diterjunkan di Lombok untuk memenuhi kebutuhan air minum di penampungan. Air minum keluaran dari ARSINUM ini dijamin kualitasnya, karena telah memenuhi standar air minum berdasarkan Permenkes Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990.

 

“Arsinum memiliki kapasitas menghasilkan 5000 liter air bersih per hari, atau cukup untuk kebutuhan 2000 jiwa tiap harinya. Ini sudah teruji di Lombok, bahkan kami kerahkan versi mobile-nya untuk menjangkau lokasi terpencil,” terang Wimpie.

 

Wimpie berharap operasi bakti teknologi dan bakti sosial ini bisa mendapatkan data kebumian yang terbaik sehingga kita bisa mengantisipasi potensi bencana tersebut menggunakan teknologi.

 

“Indonesia memiliki banyak orang-orang pintar di bidang kebumian dan kebencanaan. Teknologi kita juga sudah mampu untuk melakukan pemetaan potensi bencana. Saya pikir, sudah saatnya Indonesia menjadi bangsa sigap bencana,” kata Wimpie.

 

Turut hadir dalam acara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan yang secara resmi melepas Kapal Baruna Jaya I BPPT.

 

Menteri Luhut mengapresiasi operasi yang dilakukan, karena dua target bisa didapatkan. Selain membantu musibah bencana di Palu dan Donggala, tim turut melakukan survei kelautan untuk meneliti fenomena yang terjadi akibat peristiwa gempa bumi bermagnitudo 7,4 disusul tsunami mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) lalu.

 

“Sebagai negara maritim terbesar di dunia, negara kepulauan, kita sangat langka melakukan penelitian di laut, padahal kita masuk negara ring of fire. Jadi saya mendoakan, berharap hasilnya ini akan memperkaya kita untuk menghindari korban lebih banyak lagi ke depannya,” ujar Menteri Luhut.

 

Menteri Luhut pun berpesan kepada BPPT untuk memaparkan hasil survei kepada dirinya agar bisa dijadikan dasar pencegahan bencana gempa selanjutnya.

 

“Penelitian kita selama ini selalu antisipasi, mulai saatnya kita untuk melakukan penelitian bersifat contingency,” pesan Luhut di hadapan para perekayasa dan peneliti yang terlibat dalam operasi.

 

Di akhir, Luhut mendoakan perjalanan Kapal Riset Baruna Jaya I BPPT ini berjalan lancar.

 

“Selamat berlayar Baruna Jaya I. Semoga Tuhan melindungi kita semua, dan semoga sukses," tutupnya.

 

Sebagai informasi kegiatan operasi bakti teknologi dan bakti sosial untuk membantu korban bencana di Palu dan Donggala merupakan kerja sama antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Ikatan Alumni ITB, dan BPPT. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id