Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Kenalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kepada Pelajar SMK Insan Nasional

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menerima kunjungan industri pelajar dari SMK Insan Nasional Setu, Bekasi, di Aula Gedung Pusat Inovasi dan Bisnis BPPT, Tangerang Selatan (01/10). Kunjungan industri ini bertujuan untuk mempelajari teknologi yang dekat dengan masyarakat, dan bisa langsung diterapkan di kehidupan sehari-hari.

 

Kepala Sub-Bagian Hubungan Media Massa dan Pengaduan Masyarakat BPPT, Surya Pratama, mengatakan bahwa BPPT memiliki visi untuk menjadi lembaga unggulan teknologi dalam pengkajian dan penerapan teknologi untuk meningkatkan daya saing menuju kemandirian bangsa.

 

“Kata kuncinya itu teknologi untuk kemandirian bangsa, jadi BPPT melakukan kajian teknologi yang terbaik dan yang paling cocok dengan kebutuhan di Indonesia. Namun yang terpenting adalah yang dapat diproduksi sendiri di dalam negeri, sehingga bangsa kita bisa mandiri. Tidak melulu impor,” terang Surya.

 

Dirinya menambahkan dalam mendukung tugas tersebut, BPPT memiliki 6 peran yaitu, kerekayasaan, kliring teknologi, audit teknologi, difusi dan komersialisasi, alih teknologi, dan intermediasi.

 

“Saya rasa kunjungan industri seperti ini sangat baik, selain memberikan pengalaman langsung kepada para pelajar, namun juga sekaligus bisa menjadi sarana dalam memasyarakatan teknologi BPPT,” ujarnya mengakhiri sambutan.

 

Dalam acara yang sama Perekayasa Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) BPPT, Sri Saraswati, mengenalkan beberapa inovasi teknologi BPPT dari bidang informasi teknologi, seperti e-Pemilu, komputasi awan dan keamanan siber untuk pemerintahan, dan SIMRAL. Untuk yang terkahir ini merupakan singkatan dari Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan yang telah direkomendasikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk digunakan oleh pemerintah daerah.

 

“BPPT saat ini sedang mengembangkan Speech to Speech Translation. Teknologi ini mampu mengenali bahasa Indonesia yang diucapkan, kemudian diterjemahkan kedalam bentuk teks, dan kemudian bisa dialihbahasakan langsung ke dalam bahasa Inggris,” papar Saras.

 

Walau teknologi ini sudah diterapkan oleh Google dengan translate-nya, diakui Saras teknologi Speech to Speech Translation miliki BPPT lebih unggul dalam urusan muatan lokalnya atau kekhasan Indonesianya. Hal ini dikarenakan data yang di-input kedalam database dilakukan oleh beragam suku dan daerah di Indonesia secara personal, tiap kata, kalimat, aksen suara, hingga jenis kelamin.

 

“Saat ini teknologi Speech to Speech Translation sedang dalam penyesuaian ke versi mobile, sehingga penggunaannya bisa makin luas,” terangnya.

 

Pihak SMK Insan Nasional yang diwakili oleh Nurhasanuddin selaku Kepala Kesiswaan berterima kasih telah diterima untuk melakukan kunjungan industri di BPPT. BPPT menurutnya merupakan sumber ilmu terpercaya diantara banyaknya informasi yang dengan mudahnya diakses dalam genggaman tangan.

 

“Kita sekarang sedang belajar ilmu di penyedia keilmuan dan teknogi dengan datang langsung ke BPPT, bukan di dunia maya. Saya harap siswa-siswi bisa memafaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan, terlebih siswa-siswi kami ini belajar teknik komputer dan jaringan. Saya rasa ini tepat,” pungkas Nurhasanuddin. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id