Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Atasi Jebakan Middle Income Trap, Indonesia Harus Inovasi (II)

 

 

Pembangunan ekonomi Indonesia semestinya akan semakin maju apabila kemampuan Inovasi teknologi karya anak bangsa, dimanfaatkan secara masif untuk mendukung kemandirian industri dalam negeri. Menyoroti perihal jebakan negara kelas berpendapatan menengah atau middle income trap, dituturkan Kepala BPPT Unggul Priyanto, bahwa untuk menjadi suatu negara industri yang maju, maka  yang dibutuhkan adalah inovasi.

 

 

“Jika kita ingin menjadi negara industri dengan mengandalkan riset dasar akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Maka untuk mempercepat hal tersebut maka yang dibutuhkan reverse engineering. Itulah sebabnya Pak Habibie selalu menyatakan bahwa dalam membangun negara industri maka yang dibutuhkan adalah implementasi dari konsep atau pemikiran bermula dari akhir dan berakhir di awal,” terangnya di Kantor BPPT, Jakarta (12/09).

 

 

 

 

Peningkatan peran dan kontribusi teknologi, disebut Kepala BPPT dapat mendorong pembangunan industri nasional yang mandiri dan berdaya saing. Perekonomian Indonesia saat ini, ada pada tingkatan ekonomi berbasis peningkatan efisiensi. Hal ini perlu didorong untuk mencapai tingkatan ekonomi berbasis inovasi dan kecanggihan, agar kita mampu mengejar ketertinggalan dan menciptakan lompatan. 

 

Lebih lanjut Kepala BPPT menyampaikan masukan terkait pembentukan dewan penasihat teknologi, guna memberikan rekomendasi teknologi secara langsung kepada presiden.

 

“Negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, Singapura, Thailand, Kamboja, Myanmar dan Jepang memiliki dewan penasihat teknologi, yang langsung berkoordinasi dengan presiden,” ungkapnya.

 

 

Rekomendasi teknologi menurutnya, adalah hal penting untuk mengambil keputusan akan program nasional. Khususnya dengan memerhatikan aspek peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), serta kemandirian industri lokal.

 

 

“Jadi rekomendasi teknologi itu penting sebagai pertimbangan.  Agar program nasional, seperti misalnya mobil listrik, juga memerhatikan bagaimana agar teknologi yang digunakan adalah hasil dari industri dalam negeri. Sehingga tinggi nilai TKDN,” paparnya.

 

 

Ditambahkannya, perekonomian Indonesia saat ini ada pada tingkatan ekonomi berbasis peningkatan efisiensi. Hal ini perlu didorong untuk mencapai tingkatan ekonomi berbasis inovasi dan kecanggihan, agar kita mampu mengejar ketertinggalan dan menciptakan lompatan.

 

 

“Untuk menjadi negara maju, Indonesia harus memiliki ekonomi berbasis inovasi. Dewan penasihat teknologi presiden itu berperan dalam memberikan masukan mengenai pemanfaatan dan pengembangan inovasi untuk mendorong terciptanya pambangunan ekonomi berbasis inovasi,” harapnya.  (Humas/HMP)

 

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id