Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Bangun Indonesia Dari Pinggiran, BPPT Susun Masterplan Perikanan dan Kawasan Industri Kabupaten Raja Ampat

 

 

Sejalan dengan semangat Nawacita pemerintah, yakni membangun Indonesia dari pinggiran, BPPT dalam hal ini berupaya meningkatkan daya saing Kabupaten Raja Ampat, yang memiliki potensi sumberdaya alam yang besar serta posisi wilayah yang strategis.

 

Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan perjanjian Kerjasama sekaligus Kontrak untuk empat pekerjaan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dengan BPPT, terkait pekerjaan reviu rencana tata ruang, penyusunan masterplan perikanan serta penyusunan masterplan kawasan Industri Misool, serta penerapan teknologi air laut menjadi air siap minum.

 

Kepala BPPT, Unggul Priyanto yang turut dalam penandatanganan ini mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai program kerja untuk meningkatkan kontribusi dalam layanan teknologi yang inovatif untuk mewujudkan kemandirian bangsa, peningkatan daya saing dan peningkatan pelayanan publik.

 

“Teknologi yang dikembangkan adalah teknologi yang mendukung program prioritas nasional, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah tahun 2015-2019,” tegasnya.

 

Kabupaten Raja Ampat diungkap Kepala BPPT, merupakan wilayah Timur Indonesia yang mempunyai berbagai potensi besar, mulai dari sumberdaya alam, pariwisata dan sektor lainnya. Untuk itu, Kepala BPPT menyebut agar potensi Raja Ampat dapat dioptimalkan melalui penerapan inovasi dan layanan teknologi.

 

“Dengan teknologi, semoga Raja Ampat ini dapat sejajar bahkan lebih maju dibanding dengan daerah lainnya di Indonesia. Saya harap kerjasama ini dapat dilaksanakan dengan baik,” tuturnya.

 

Mengamini pernyataan Kepala BPPT, Sekretaris Daerah, Yusuf Salim mengatakan bahwa teknologi air siap minum ini adalah salah satu inovasi baru bagi Raja Ampat. 
 
"Sebagai destinasi wisata, Raja Ampat harus menyediakan air bersih. Hal ini juga sangat berguna bagi masyarakat setempat," ungkapnya.
 
Untuk itu dirinya berharap agar masyarakat harus dapat merawat dengan optimal alat ini agar dapat terus menyediakan air bersih.

 

 
"Kami terima kasih atas dukungan teknologi BPPT. Kedepan kami minta teknologi lain diterapkan disini  untuk mendukung daya saing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. 
 

Terapkan Teknologi Air Bersih

 

 

Pada kesempatan kunjungan kerja Kepala BPPT kali ini pun diserahkan asset Pilot Project Instalasi Pengolahan Air Siap Minum dari Air laut ke PemKab Raja Ampat.  Dikatakan Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT, Rudi Nugroho, teknologi ini mampu mengolah air laut yang rasanya asin, menjadi air bersih, bahkan siap untuk diminum.

 

"Teknologi air bersih BPPT ini mampu menurunkan kadar garam dari 35.000, menjadi 400 miligram/liter, sesuai standar baku mutu air minum yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan." papar Rudi.

 

Instalasi ini, sebelumnya dipasang di Pelabuhan Umum Waisai, namun karena factor keamanan dan pemanfaatanya kurang optimal, alat ini direvitalisasi dan dipasang (install) ulang di Waigeo Resort Raja Ampat dan telah beroperasi kembali menghasilkan air siap minum dengan kapasitas sd 5000 liter per hari.

 

Harapannya pilot project ini dapat menjadi model sistem penyediaan air minum untuk kawasan wisata pesisir yang lain di raja Ampat maupun daerah lainya. Karena kita tahu bahwa salah satu permasalahan untuk daerah pesisir dan pulau pulau kecil adalah akses air minum.

 

 

"Melalui penerapan teknologi pengolahan air minum dari air laut seperti yang dilakukan BPPT, harapanya dapat mendukung target pemerintah yakni 100 masyarakat Indonesia dapat memperoleh akses air minum yang layak di 2019, sebagaimana disebutkan dalam RPJMN," tutupnya.

 

Sebagai informasi, penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BPPT dengan Kabupaten Raja Ampat ini adalah tentang:

 

1. Peninjauan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Raja Ampat, yang ditanda tangani oleh Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT, Gatot Dwianto dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Raja Ampat, Abd. Rahman Wairoy.

 

2. Penyusunan Masterplan Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya Laut di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, antara Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT, Arief Arianto dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Raja Ampat, Abd. Rahman Wairoy.

 

3. Penerapan Teknologi Pengelolaan Air Laut Menjadi Air Siap Minum Berbasis Masyarakat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Raja Ampat, antara Direktur Pusat Teknologi Lingkungan, Rudi Nugroho dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yusdi N. Lamatenggo.

 

4. Penyusunan Master Plan Kawasan Industri Wilayah Kabupaten Raja Ampatantara Direktur Pusat Teknologi Lingkungan, Rudi Nugroho dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Raja Ampat, Abd. Rahman Wairoy. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id