Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Gandeng UNESCO dan PII Gelar Workshop Internasional Penguatan Kompetensi Kerekayasaan

 

Pembangunan nasional yang berkelanjutan tengah menjadi isu aktual, baik itu lingkup nasional, regional, pun global.  Indonesia saat ini juga tengah menggiatkan pemerataan pembangunan nasional, untuk itu BPPT berupaya agar dukungan teknologi melalui perekayasaan dapat mengambil peran strategis di tanah air.

 

Hal itupun diwujudkan dengan gelaran Engineering Regional Workshop on South – South Cooperation for Strengthening Engineering Standards and Mobility of Professionals. Sebuah workshop internasional yang digelar atas kerjasama BPPT, Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) dan UNESCO, di Jakarta, 2122 Desember 2017.

 

 

Dikatakan oleh Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Prof. Wimpie Agoeng Noegroho bahwa workshop ini bertujuan untuk melakukan standarisasi kualifikasi perekayasa (engineering) dalam mendorong kerjasama selatan-selatan untuk masa depan keperekayasaan di Asia dan Pasifik. 

 

"Melalui workshop ini kita dorong untuk adanya roadmap dalam rangka meningkatkan kualifikasi perekayasa, standarisasi dan kerjasama, serta meninjau ulang keterkaitan kerekayasaan, teknologi, industri dan inovasi dalam mendukung upaya pembangunan berkelanjutan di wilayah Asia dan Pasifik," ungkap Deputi TPSA dalam sambutannya, mewakili Kepala BPPT.

 

Dalam workshop yang diikuti oleh 50 peserta dari berbagai negara di kawasan Asia dan Pasifik ini, Director and Representatives of Unesco office Jakarta,  Prof. Shahbaz Khan menyebut bahwa Indonesia adalah negara yang hebat, baik secara budaya dan sumberdaya. 

 

"Bagi UNESCO, Indonesia sangat spesial. Bisa dibayangkan bagaimana pembangunan Candi Borobudur kala itu. Dengan usia setua itu bisa terlihat kokoh sampai sekarang. Dan menjadi wahana edukasi dan sejarah dunia," tuturnya.

 

Contoh lain adalah Bali, yakni sistem pengairan untuk persawahan yang sejak lama dilakukan masyarakat. Melalui proses itu dikatakan Shahbaz Khan, kita bisa lihat bagaimana proses engineering dalam hal  pengairan sawah.

 

"Kedua contoh itulah yang nenjadi salah satu aspek yang perlu kita perhatikan dari pembangunan berbasis engineering. Yakni pentingnya untuk memerhatikan kearifan lokal," jelasnya.

 

Shahbaz juga berharap dari pertemuan ini dapat tercipta  pengakuan, standar dan kompetensi para engineer tentu dibutuhkan hal yang dapat memberikan dampak besar dalam pembangunan suatu negara.

 

"Mari kita setting goal yang memberikan dampak nyata. Mari kita share ide dan berkolaborasi dalam pertemuan ini," pungkasnya. (Humas/HMP)

 

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id