• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Peran Audit Teknologi Dalam Pembangunan Insfrastruktur Nasional

Pemerintah berkewajiban memberi jaminan bahwa teknologi yang diterapkan tidak memberikan dampak negatif kepada masyarakat, berkewajiban menjaga kepentingan masyarakat luas dan kepentingan nasional dari masuknya produk teknologi yang bersifat membahayakan keselamatan, kesehatan, bermutu rendah dan merugikan masyarakat baik secara terukur atau tidak terukur, demikian kata Menteri Ristek/Kepala BRIN Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro di acara Seminar Nasional Auditor Teknologi dengan tema Peran Audit Teknologi Dalam Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Nasional, di Jakarta (26/02). 

 

Seminar Nasional ini merupakan awal kerja kepengurusan IATI pada masa bakti 2020-2024. Seminar ini merupakan kegiatan rutin IATI dalam setiap periode kepengurusan dan diharapkan dapat memberikan masukan terhadap peran audit teknologi dalam pembangunan nasional. Dengan adanya IATI ini dapat memperkuat peran profesi auditor di Indonesia,

 

Dikatakannya menurut UU Dasar 1945 Amandemen ke 4 Pasal 28C ayat 1 bahwa setiap orang berhak memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, dan Pasal 31 ayat 5 pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Karena itu menjadi tugas negara khususnya pemerintah menciptakan titik kondusif pada beberapa titik nasional membuat manfaat pada kemajuan bangsa.

 

Selain itu, Menteri Bambang juga mengapresiasi BPPT yang memiliki wadah pengembangan karir sebagai auditor teknologi yaitu IATI dan sertifikasi lisensi profesi auditor teknologi BPPT.

 

Sementara, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa bagi negara maju peran audit teknologi dirasakan kurang dominan karena mereka telah mempunyai perencanaan dan pemetaan teknologi yang matang terhadap teknologi yang akan dikembangkan dan dikuasai untuk menjadi alat ukur daya saing nasionalnya. 

 

IATI sebut Hammam merupakan bagian penting sebagai bagian dari lembaga penunjang yang menjadi penyelenggara ilmu pengetahuan teknologi di Indonesia didalam pelaksanaan infrastruktur nasional.

 

BPPT, sebutnya telah banyak melakukan kegiatan audit teknologi yang dilaksanakan oleh beberapa Balai atau Pusat di BPPT. Sejak BPPT berdiri pada 1978, akan tetapi kegiatan ini baru mendapatkan perhatian penuh setelah pada tahun 2001 BPPT membentuk Pusat Audit Teknologi sebagai fasilitator kegiatan audit teknologi yang dilakukan BPPT dan dilanjutkan pembentukan Ikatan Auditor Teknologi Indonesia pada tahun 2006. 

 

Melihat strategisnya peranan audit teknologi untuk peningkatan daya saing industri nasional, perlindungan publik dari dampak negatif teknologi serta medorong inovasi nasional, maka menurut Hammam, penting ada suatu sistem nasional audit teknologi yang mampu mensinergikan seluruh komponen sehingga ketiga tujuan audit teknologi diatas dapat dicapai.

 

Salah satu komponen penting dalam sistem itu adalah aspek kelembagaan audit teknologi. Oleh karena itu, BPPT melakukan inisiatif untuk membentuk Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI), pungkasnya. (Humas/HMP)

 

Tag:

PKT, Ikatan Auditor Teknologi Indonesia, Kepala BPPT, Hammam Riza, Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT